Pasar kopi arabika sangat terkait erat dengan asal geografisnya, dengan Brasil dan Vietnam sebagai dua produsen utama yang membentuk dinamika pasokan global dan pergerakan harga. Pada hari Kamis, kontrak berjangka arabika bulan Maret ditutup dengan kenaikan modest sebesar 0,20 poin, yaitu 0,06%, mencerminkan kompleksitas pasar yang sedang berlangsung dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Harga kopi arabika dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk kondisi cuaca di daerah penghasil utama, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta permintaan dari pasar global. Selain itu, ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan juga turut mempengaruhi harga dan pasokan kopi di pasar internasional. Para pelaku pasar terus memantau perkembangan ini untuk menyesuaikan strategi perdagangan mereka dan mengantisipasi pergerakan harga di masa mendatang.