XRP bertahan di atas $2 saat Fed menyiapkan injeksi likuiditas sebesar $55,3B; ETF melihat arus masuk harian dengan total aset bersih sebesar $1,21B.
Pasar XRP sedang memantau secara ketat injeksi likuiditas mendatang dari Federal Reserve AS, yang bernilai $55,3 miliar.
Dijadwalkan selama tiga minggu awal 2026, langkah ini diharapkan mendukung stabilitas sistem keuangan dan mungkin meningkatkan selera risiko di pasar aset digital.
Seiring likuiditas kembali ke sistem, para analis percaya bahwa aset seperti XRP bisa melihat peningkatan permintaan.
Menurut Lark Davis, The Fed akan menyuntikkan $55,3B selama 3 minggu ke depan melalui reinvestasi obligasi dan pembelian cadangan.
Komentar ini mencerminkan perhatian yang meningkat terhadap skala dan waktu operasi likuiditas Fed.
HOLY SHIT!!
The Fed to inject $55.3B over the next 3 weeks through bond reinvestments and reserve purchases.
GIGA BULLISH!! 🔥 pic.twitter.com/IC5WdkgRzc
— Lark Davis (@LarkDavis) 19 Januari 2026
Injeksi ini akan dilakukan melalui pembelian surat utang Treasury dan alat pengelolaan cadangan.
Meskipun secara resmi tidak disebut sebagai pelonggaran kuantitatif, para analis menggambarkan langkah ini sebagai langkah dukungan untuk pasar setelah pengencangan yang berkepanjangan.
Operasi ini mengikuti langkah-langkah dukungan likuiditas sebelumnya yang terlihat pada akhir 2025.
Likuiditas yang meningkat diharapkan akan meningkatkan permintaan untuk aset berpenghasilan tinggi dan berbasis risiko.
Seiring modal menjadi lebih mudah diakses, banyak trader mengharapkan momentum baru di seluruh pasar kripto, termasuk Bitcoin, XRP, dan altcoin kapital menengah.
XRP menunjukkan kekuatan di awal 2026, mencapai puncak mendekati $2,41 sebelum mengkonsolidasikan antara $2,00 dan $2,30.
Para analis secara ketat memantau level $2,10, yang tetap menjadi zona dukungan utama untuk aksi harga jangka pendek.
Menurut Whale Insider, ETF XRP Spot telah mencatat arus masuk setiap hari sejak peluncuran, dengan total aset bersih sebesar $1,21 miliar.
Angka-angka ini mencerminkan minat institusional yang konsisten sejak ETF diluncurkan pada akhir 2025.
JUST IN: Spot $XRP ETFs telah mencatat arus masuk setiap hari sejak peluncuran, dengan $1.21 miliar dalam total aset bersih. pic.twitter.com/KMa6uzRRYz
— Whale Insider (@WhaleInsider) 20 Desember 2025
Dengan cadangan bursa untuk XRP menurun ke level terendah multi-tahun, beberapa trader mengharapkan kemungkinan kekurangan pasokan.
Jika permintaan meningkat setelah aksi likuiditas Fed, volatilitas harga bisa kembali.
Gabungan dari pasokan yang rendah dan minat institusional yang stabil tetap menjadi pusat prediksi saat ini.
Baca Terkait: Trump Sinyal Kevin Warsh untuk Ketua Fed saat Bessent Dukung Dorongan Pertumbuhan
Latar belakang makroekonomi yang lebih luas terus berubah seiring dengan meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga lebih lanjut di awal 2026.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan minat terhadap aset berpenghasilan tinggi dan berisiko. Pasar kripto sering merespons positif dalam lingkungan serupa.
Injeksi likuiditas Federal Reserve dipandang sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menstabilkan sistem keuangan.
Meskipun bukan stimulus resmi, langkah ini tetap meningkatkan modal yang tersedia di sektor perbankan. Modal tersebut sering mencari pengembalian di berbagai kelas aset, termasuk mata uang digital.
Utilitas XRP dalam transaksi lintas batas dan adopsi institusional menempatkannya dalam posisi kuat jika permintaan kripto secara umum meningkat.
Para analis tetap fokus pada pergerakan harga di atas resistansi $2,35, yang dapat membuka jalan menuju level $3,00.