Belakangan ini saya mengamati alamat dompet yayasan bursa terkemuka tertentu, dan menemukan bahwa mereka melakukan aksi yang cukup menarik—bertaruhan pada dua token baru, masing-masing membeli dengan 50.000 dolar AS. Token pertama sudah memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar, sehingga ruang pertumbuhannya terbatas; sedangkan yang kedua relatif kurang dikenal, dengan potensi kenaikan yang lebih besar. Berdasarkan sinyal ini, saya memutuskan untuk mengikuti yang kedua, dan mengajak beberapa teman di grup untuk ikut masuk.
Namun, kembali lagi, kebiasaan lama saya mulai muncul—saya selalu takut terjual terlalu cepat. Setelah masuk, saya mulai merasa tidak tenang, takut kehilangan kenaikan berikutnya. Sikap seperti ini adalah musuh terbesar dalam trading, harus refleksi dan perbaiki mental saya. Gerak-gerik paus memang patut diperhatikan, tetapi logika dan pengendalian ritme dalam mengikuti lebih penting.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
shadowy_supercoder
· 01-09 21:50
Sikap paper hand... benar-benar harus diatasi, kalau tidak, sinyal sekecil apapun pun akan sia-sia
Lihat AsliBalas0
OfflineNewbie
· 01-09 21:43
Mengikuti jejak paus, akhirnya tetap bangkrut karena mental sendiri haha
Lihat AsliBalas0
LayerHopper
· 01-09 21:43
Tangan kertas kembali bermasalah, ya. Sikap ini benar-benar beracun.
Ikut-ikutan mudah membuat mental runtuh, tetap harus mengandalkan logika sendiri.
Tindakan paus patut diperhatikan, tapi jangan sampai terbawa arus.
Persiapan mental harus dilewati dulu, kalau tidak, sinyal sebaik apapun akan sia-sia.
Ini benar-benar ujian keteguhan hati.
Lihat AsliBalas0
NFTPessimist
· 01-09 21:41
Ketidakstabilan tangan kertas ini benar-benar luar biasa, paus makan daging kita minum sup dan kita masih ingin memegang mangkuk.
Lihat AsliBalas0
just_vibin_onchain
· 01-09 21:35
Paus makan daging, kita minum sup, yang penting jangan serakah ya saudara
Belakangan ini saya mengamati alamat dompet yayasan bursa terkemuka tertentu, dan menemukan bahwa mereka melakukan aksi yang cukup menarik—bertaruhan pada dua token baru, masing-masing membeli dengan 50.000 dolar AS. Token pertama sudah memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar, sehingga ruang pertumbuhannya terbatas; sedangkan yang kedua relatif kurang dikenal, dengan potensi kenaikan yang lebih besar. Berdasarkan sinyal ini, saya memutuskan untuk mengikuti yang kedua, dan mengajak beberapa teman di grup untuk ikut masuk.
Namun, kembali lagi, kebiasaan lama saya mulai muncul—saya selalu takut terjual terlalu cepat. Setelah masuk, saya mulai merasa tidak tenang, takut kehilangan kenaikan berikutnya. Sikap seperti ini adalah musuh terbesar dalam trading, harus refleksi dan perbaiki mental saya. Gerak-gerik paus memang patut diperhatikan, tetapi logika dan pengendalian ritme dalam mengikuti lebih penting.