Mereka yang pernah berkecimpung di bidang teknis pasti tahu dengan jelas—lanskap penyimpanan terdesentralisasi memiliki banyak sekali jebakan.



IPFS dulu konsepnya dahsyat, tapi eksekusinya berantakan. Data hilang adalah hal biasa, kecepatan pencarian lambat sampai bikin orang ingin memukul komputer. Filecoin ingin mengggunakan insentif ekonomi sebagai solusi jitu, tapi malah para penambang secara kolektif masuk "mode curangi sistem", gila-gilaan mengumpulkan subsidi, sementara skenario aplikasi yang punya kebutuhan nyata malah diabaikan. Arweave memang berhasil mewujudkan penyimpanan permanen, tetapi biayanya menakutkan—bagi developer kecil dan menengah praktis saja tidak terjangkau.

Sampai saya mempelajari kerangka teknis Walrus secara mendalam, barulah saya melihat secercah harapan.

Senjata andalan proyek ini adalah algoritma Red Stuff Encoding. Namanya terdengar agak berlebihan, tapi logika dasar di bawahnya sangat solid. Red Stuff menggunakan pendekatan kode penghapus dua dimensi: data dipotong menjadi bentuk matriks, kemudian setiap baris dan kolom diproses dengan enkoding penghapus. Keunggulan terbesar adalah—saat memulihkan data tidak perlu semua fragmen lengkap. Selama terkumpul cukup rasio informasi baris dan kolom tertentu, data asli dapat direkonstruksi sepenuhnya. Walrus menetapkan parameter redundansi 4,5 kali, mampu mentoleransi kegagalan dua pertiga node, tingkat toleransi kesalahan ini sudah termasuk barisan pertama di bidang sistem terdistribusi.

Perbandingan menjadi lebih jelas.

Skema replikasi penuh tradisional memang logikanya sederhana, tapi tingkat redundansi biasanya berkisar 3 hingga 5 kali, dan pemulihan data harus dibaca dari salah satu salinan lengkap—jika node itu down atau jaringan terganggu, langsung macet. Reed-Solomon encoding dasar bisa menurunkan koefisien redundansi, tapi harganya adalah pemulihan memerlukan komunikasi dengan banyak node, biaya bandwidth dan latensi meningkat berkali-kali lipat. Desain struktur dua dimensi Red Stuff justru menemukan titik keseimbangan antara tingkat redundansi dan efisiensi komunikasi.

Dari sudut pandang aplikasi, apa artinya ini? Artinya developer bisa menerapkan penyimpanan terdistribusi yang andal dengan biaya lebih rendah, toleransi kegagalan node lebih tinggi, dan performa jaringan tidak akan runtuh hanya karena beberapa node offline. Ini sangat penting pada saat aplikasi Web3 benar-benar menuju skalabilitas.
FIL-0,13%
AR-0,15%
WAL2,23%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)