Para trader telah menggunakan candlestick Jepang selama berabad-abad, dan dalam crypto mereka tetap menjadi alat paling dasar untuk membaca pasar. Tapi inilah yang sebenarnya: menghafal pola yang indah tidak membuatmu menghasilkan uang. Yang berfungsi adalah memahami apa yang terjadi di balik setiap candlestick.
Anatomi Sederhana
Setiap lilin menunjukkan 4 data: pembukaan, maksimum, minimum, dan penutupan. Badan adalah perbedaan antara pembukaan dan penutupan. Sumbu (bayangan) adalah ujung yang dicoba oleh harga. Lilin hijau = bullish, lilin merah = bearish. Itu saja.
Pola yang benar-benar penting
Sinyal bullish:
Palu: tubuh kecil + bayangan bawah panjang di latar belakang tren menurun. Para penjual mencoba menjual lebih banyak, tetapi para pembeli menang.
Harami bullish: candle merah panjang diikuti oleh candle hijau kecil di dalamnya. Tekanan jual telah habis.
Tiga tentara putih: tiga lilin hijau berturut-turut naik. Dorongan beli yang bersih.
Sinyal menurun:
Bintang jatuh: tubuh kecil + bayangan atas panjang di atap tren naik. Penolakan yang jelas.
Pria tergantung: mirip dengan palu tetapi di langit-langit. Peringatan pembalikan.
Tiga burung gagak hitam: tiga lilin merah berturut-turut. Dominasi penjual.
Ketidakpastian:
Doji: pembukaan = penutupan ( atau sangat dekat ). Tidak ada yang tahu kemana arahnya. Bisa jadi pembalikan atau konsolidasi tergantung konteks.
Apa yang semua orang lupakan
Bukan sihir: Pola memberikan probabilitas, bukan kepastian. Selalu kombinasikan dengan volume, RSI, dukungan/penolakan.
Beberapa kerangka waktu: Pola bullish di 1H tetapi bearish di 4H adalah perangkap likuiditas.
Crypto tidak tidur: Berbeda dengan saham, crypto beroperasi 24/7, jadi celah klasik tidak ada. Candle berperilaku berbeda.
Manajemen risiko adalah segalanya: Stop-loss yang ditentukan, risk-reward minimal 1:2, jangan pernah mengambil risiko lebih dari 2% per transaksi.
Kebenaran tentang lilin
Lilin adalah bahasa yang membantu Anda membaca pasar, bukan sistem perdagangan. Ini berfungsi lebih baik ketika Anda menggabungkannya dengan:
Teori Elliott (gelombang)
Support/resistance yang jelas
Konfirmasi volume
Indikator seperti MACD atau RSI
Menghafal 20 pola tanpa konteks membuatmu kehilangan uang. Menguasai 3-4 dengan baik + manajemen risiko + pengalaman membuatmu menjadi trader.
Langkah
Mulailah dengan pola (palu, harami, doji). Latihan di grafik historis. Kombinasikan dengan level support. Gunakan stop-loss. Ulangi sampai Anda memahami “mengapa” di balik setiap pergerakan, bukan hanya pola.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lilin Jepang dalam crypto: panduan praktis tanpa omong kosong
Para trader telah menggunakan candlestick Jepang selama berabad-abad, dan dalam crypto mereka tetap menjadi alat paling dasar untuk membaca pasar. Tapi inilah yang sebenarnya: menghafal pola yang indah tidak membuatmu menghasilkan uang. Yang berfungsi adalah memahami apa yang terjadi di balik setiap candlestick.
Anatomi Sederhana
Setiap lilin menunjukkan 4 data: pembukaan, maksimum, minimum, dan penutupan. Badan adalah perbedaan antara pembukaan dan penutupan. Sumbu (bayangan) adalah ujung yang dicoba oleh harga. Lilin hijau = bullish, lilin merah = bearish. Itu saja.
Pola yang benar-benar penting
Sinyal bullish:
Sinyal menurun:
Ketidakpastian:
Apa yang semua orang lupakan
Kebenaran tentang lilin
Lilin adalah bahasa yang membantu Anda membaca pasar, bukan sistem perdagangan. Ini berfungsi lebih baik ketika Anda menggabungkannya dengan:
Menghafal 20 pola tanpa konteks membuatmu kehilangan uang. Menguasai 3-4 dengan baik + manajemen risiko + pengalaman membuatmu menjadi trader.
Langkah
Mulailah dengan pola (palu, harami, doji). Latihan di grafik historis. Kombinasikan dengan level support. Gunakan stop-loss. Ulangi sampai Anda memahami “mengapa” di balik setiap pergerakan, bukan hanya pola.