UBS secara langsung menyatakan, bahwa pengadilan ini menyangkut hidup dan mati independensi Federal Reserve. Jika pengadilan memutuskan mengizinkan Gedung Putih “karena alasan tertentu” memecat Lisa Cook, maka pintu hukum untuk pemecatan Powell akan benar-benar terbuka lebar, dan logika kebijakan moneter berbasis data bisa runtuh seketika. Artikel ini berasal dari tulisan Wall Street Journal, disusun, diterjemahkan, dan ditulis oleh Foresight News.
(Latar belakang: Bloomberg: Federal Reserve Melawan Balik, Trump Terjebak, Rencana Pengambilalihan Fed Bisa Berubah)
(Tambahan latar belakang: Trump Cetak Uang 2.000 Miliar Dolar untuk Selamatkan Pasar Perumahan! Mengabaikan “Mini QE” Fed untuk Pembelian Kembali MBS: Mengurangi Beban Suku Bunga)
Daftar Isi Artikel
Selasa ini, Mahkamah Agung AS akan mengadili “Kasus Trump vs Cook”. Ini bukan sekadar sengketa personal, melainkan hari pengadilan yang menentukan apakah Federal Reserve sebagai bank sentral independen akan segera berakhir.
Menurut informasi dari platform TradingView, UBS dalam laporannya pada tanggal 16 secara tegas menyatakan bahwa pengadilan ini menyangkut hidup dan mati independensi Federal Reserve. Jika pengadilan memutuskan mengizinkan Gedung Putih “karena alasan tertentu” melewati ketentuan dalam Federal Reserve Act untuk memberhentikan anggota dewan Lisa Cook, maka pintu hukum untuk pemecatan Powell akan benar-benar terbuka.
Ini berarti logika kebijakan moneter berbasis data bisa runtuh seketika, digantikan oleh perintah penurunan suku bunga yang didorong oleh politik. Jika garis pertahanan ini runtuh, sistem penetapan harga dolar AS, obligasi AS, dan saham AS akan menghadapi penilaian ulang struktural jangka panjang. UBS memperingatkan bahwa pasar tahun 2026 akan mengalami “gejolak”, dan minggu ini adalah pusat gempa utamanya.
Selasa ini, sidang Mahkamah Agung (nomor kasus 25A312) akan memutuskan apakah Lisa Cook dapat terus menjabat sebagai anggota Federal Reserve.
Sebelumnya, pemerintahan Trump menuduh Cook melakukan penipuan dalam pengajuan pinjaman hipotek (diajukan oleh Direktur Federal Housing Finance Agency William Pulte), dan mengumumkan pemberhentiannya melalui media sosial. Cook kemudian mengajukan gugatan dan mendapatkan perintah larangan awal dari pengadilan untuk mencegah pemberhentiannya.
UBS dalam laporannya menyatakan bahwa kasus ini secara langsung menantang ketentuan dalam Federal Reserve Act yang menyatakan bahwa anggota dewan hanya dapat diberhentikan “karena alasan tertentu” (for cause).
Gedung Putih berpendapat bahwa Presiden memiliki kekuasaan luas, dan bahkan jika ada “perlindungan pemberhentian berdasarkan undang-undang” (statutory removal protection), tetap bisa memecat pejabat tersebut dengan alasan administratif.
Seperti yang dikatakan oleh American Bar Association, jika logika Presiden menang, ini akan “secara substansial mengikis” independensi Federal Reserve. Jika Cook tidak bisa memberikan suara karena tuduhan administratif, maka di masa depan, pejabat manapun yang suaranya bertentangan dengan keinginan Presiden bisa dihapus dengan berbagai alasan.
UBS menegaskan bahwa Mahkamah Agung telah memiliki preseden dalam melemahkan perlindungan terhadap lembaga independen, tetapi Federal Reserve mungkin adalah kasus khusus.
Dalam kasus “Trump vs Wilcox” tahun lalu, pengadilan mendukung Presiden dalam memecat anggota National Labor Relations Board (NLRB). Namun, Ketua Hakim Roberts secara khusus menempatkan “tembok pengaman” untuk Federal Reserve dalam putusannya. Mayoritas pendapat secara tegas menyatakan bahwa Federal Reserve adalah “entitas semi-swasta yang strukturnya unik”, berbeda dari lembaga administratif lainnya. Hakim Kagan juga mengonfirmasi hal ini dalam dissenting opinion, menyatakan bahwa pengadilan tidak bermaksud mengancam Federal Reserve.
Sidang minggu ini akan menguji apakah “tembok pengaman” ini masih kokoh. Jika pengadilan gagal menegaskan kembali bahwa “Federal Reserve berbeda dari yang lain”, maka pasar harus siap menghadapi pengambilalihan penuh kekuasaan administratif terhadap kebijakan moneter.
Selain pertarungan di pengadilan, ketegangan antara pemerintah AS dan Federal Reserve telah meningkat menjadi “perang terbuka”.
Sebelumnya, Departemen Kehakiman mengirimkan surat panggilan grand jury kepada Federal Reserve dan Powell, menyelidiki apakah mereka melakukan penipuan terkait proyek renovasi gedung kantor Federal Reserve dan kesaksian di Kongres. Analisis UBS menganggap ini bisa menjadi langkah awal Gedung Putih untuk memecat Powell. Masa jabatan ketua Powell akan berakhir pada 15 Mei 2026, tetapi masa jabatannya sebagai anggota dewan akan berlanjut hingga 31 Januari 2028.
Analis berpendapat, jika pemerintah tetap menuntut secara pidana dan senator Republik seperti Thom Tillis yang menyatakan akan menghalangi nominasi baru menolak melanjutkan proses, FOMC kemungkinan akan memilih agar Powell tetap menjabat sebagai anggota dewan setelah masa jabatannya berakhir, bahkan mungkin kembali terpilih sebagai ketua FOMC, sebagai penghalang terhadap langkah agresif Trump dalam menurunkan suku bunga.
UBS memperingatkan bahwa investor sedang berada dalam “tahun 2026 yang bergolak”. Jika putusan kasus Cook minggu ini tidak menguntungkan, atau Powell semakin terpojok, kepercayaan pasar terhadap independensi Federal Reserve akan runtuh. Minggu ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga pengujian tekanan terhadap logika dasar aset dolar AS. Reaksi pasar sudah sangat jelas—dolar AS melemah, saham AS melemah, obligasi AS melemah.