Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#Gate广场四月发帖挑战
Lalu lintas di Selat Hormuz mencapai “puncak baru pasca perang”, tetapi ini lebih merupakan pemulihan marginal dibandingkan dengan kondisi blokade yang hampir nol sebelumnya, dan belum kembali ke tingkat normal sebelum perang. 13 kapal yang melewati dalam 24 jam terakhir (4-5 April) menunjukkan bahwa Iran membatasi pelayaran melalui mekanisme “pengaturan tingkat” secara terbatas.
📊 Data inti: rebound di level rendah
Jumlah pelayaran harian: Dalam sekitar 24 jam terakhir, 13 kapal berhasil melintasi (10 keluar, 3 masuk), terutama kapal pengangkut LPG dan kapal kargo curah.
Perbandingan mingguan: Rata-rata pelayaran harian selama seminggu terakhir mencapai level tertinggi sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, tetapi totalnya masih hanya “aliran kecil” dibandingkan dengan volume normal sebelum perang (rata-rata harian sekitar 60-80 kapal).
Sinyal kunci: Terjadi pelayaran kapal kontainer Prancis (CMA CGM Kribi) dan kapal LPG terkait Jepang yang melewati, menunjukkan Iran mulai mengizinkan beberapa kapal dari negara Barat untuk melintas.
🧭 Mekanisme pelayaran: “Aturan baru” yang dipimpin Iran
Pelayaran saat ini bukan kembali ke navigasi bebas, melainkan berdasarkan sistem “berbayar + tingkat” yang dikontrol sepihak oleh Iran:
Pengendalian jalur: Semua kapal yang diizinkan melintas dipaksa mengikuti “jalur utara” yang sangat dekat dengan pantai Iran (antara Pulau Larak dan Pulau Qeshm), di bawah pengawasan ketat militer Iran.
Pembayaran berjenjang: Iran membangun mekanisme seperti “izin masuk”, berdasarkan tingkat hubungan negara (misalnya Irak, Pakistan, India yang telah diberikan pengecualian) dan latar belakang pemilik kapal, serta mengenakan biaya tinggi.
Permainan diplomatik: Pelayaran kapal dari negara seperti Prancis dan Jepang kemungkinan besar hasil dari negosiasi diplomatik di belakang layar atau pembayaran “biaya lintas”, bukan pembebasan blokade militer secara menyeluruh.
⚠️ Peringatan risiko: Jangan berlebihan menafsirkan sebagai “pembebasan”
Jebakan volume: Meskipun 13 kapal per hari mencatat rekor baru pasca perang, tetapi dibandingkan dengan kebutuhan perdagangan energi global (terutama ekspor LNG dari Qatar dan UEA yang masih terhambat), kekurangan pasokan tetap besar.
Fluktuasi kebijakan: Iran secara tegas mengecualikan kapal dari “negara musuh” (seperti Israel dan beberapa negara Barat) dari daftar pengecualian, dan tekanan dari AS melalui “ ultimatum 48 jam” masih berlangsung, situasi bisa memburuk kapan saja.
Dampak pasar: Meskipun volume pelayaran sedikit meningkat, Badan Energi Internasional (IEA) tetap memperingatkan bahwa kerugian pasokan minyak mentah bulan April bisa berlipat ganda, dan risiko harga minyak serta asuransi pelayaran tetap tinggi.
Kesimpulan: Ini adalah sinyal “pelonggaran terbatas”, menunjukkan jalur diplomatik berfungsi, tetapi kendali nyata atas Selat Hormuz telah beralih dari “jalur internasional” menjadi “pos pemeriksaan berbayar di bawah kendali Iran”, dan masih jauh dari keamanan pelayaran yang sesungguhnya.