Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Trump Nyatakan Ingin Kuasai Minyak Iran, Harga Kontrak Futures Melonjak ke $115
Situasi di Timur Tengah kembali memasuki fase kritis setelah Presiden Trump secara terang-terangan menyatakan keinginannya untuk mengambil alih minyak di Iran, mengutip laporan Financial Times (FT). Trump bahkan disebut tengah mempertimbangkan untuk menyita Pulau Kharg, jantung ekspor yang menyalurkan hampir 90% minyak Iran. Pernyataan provokatif ini memicu spekulasi operasi darat besar-besaran oleh AS, yang langsung direspons market dengan harga kontrak minyak Futures melonjak ke level $115 per barel, sementara harga minyak mentah berada di level $103.
Di tengah persiapan invasi tersebut, Channel 12 Israel melaporkan bahwa militer Israel tidak akan berpartisipasi dalam operasi darat jika AS menyerang Iran. Sikap jaga jarak dari sekutu utama ini memaksa Washington menanggung beban pertempuran sendirian. Eskalasi kian meluas dengan bergabungnya kelompok Houthi Yaman ke dalam konflik, yang secara resmi meluncurkan rudal balistik ke arah Israel dan mengancam blokade jalur pelayaran global di Selat Bab al-Mandab.
Fokus dunia kini tertuju pada ancaman lumpuhnya dua jalur energi paling strategis secara bersamaan. Jika penutupan Bab al-Mandab terjadi berbarengan dengan pendudukan Pulau Kharg oleh AS, pasokan energi global dipastikan akan mengalami guncangan dalam skala yang belum pernah terjadi. Krisis ini menempatkan ekonomi dunia, terutama di kawasan Asia, dalam status siaga satu seiring dengan ketidakpastian keamanan energi yang kian liar dan sulit diprediksi.
#TRUMP,
#news