Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Bitcoin yang mencapai puncaknya hingga 76 ribu dolar pada bulan Maret, berbalik arah ke bawah karena ketidakpastian makroekonomi global dan fluktuasi di pasar energi. Cryptocurrency yang terakhir diperdagangkan sekitar 66 ribu dolar ini menimbulkan sinyal kerentanan di kalangan investor.
Hasil obligasi meningkatkan tekanan
Kenaikan hasil obligasi 10 tahun AS menjadi faktor utama yang mempercepat keluar dari aset berisiko. Analis memperingatkan bahwa jika hasil obligasi terus bergerak ke atas, harga Bitcoin bisa turun ke level yang lebih rendah.
Keluar sebesar 296 juta dolar dari ETF Bitcoin spot di AS menunjukkan berkurangnya selera risiko dari investor institusional. Penurunan hari perdagangan di bulan Maret dan tren penjualan yang berlanjut memperkuat ekspektasi bahwa bulan ini bisa berakhir negatif.
Ketidakpastian yang disebabkan oleh perkembangan di AS, Iran, dan kawasan Teluk menyebabkan pandangan berhati-hati terhadap harga Bitcoin tetap bertahan. Analis menyebutkan bahwa risiko terkait pasokan energi dan kondisi likuiditas global akan tetap menjadi faktor penentu dalam pergerakan harga dalam jangka pendek.
Sementara itu, ada penilaian bahwa Bitcoin bisa menjadi instrumen alternatif selama masa krisis, namun pergerakan harga saat ini menunjukkan bahwa aset ini masih sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi.