Likuidasi Stablecoin: Pasar Mencapai $1,8 Triliun Transfer, USDC Pimpin Dengan 70%

Untuk memahami arti likuidasi dalam konteks pasar kripto modern, kita perlu melihat momentum luar biasa yang sedang terjadi di sektor stablecoin. Volume transfer stablecoin baru saja mencapai rekor $1,8 triliun pada Februari—angka tertinggi bulanan dalam sejarah, yang mencerminkan bagaimana arti likuidasi (ketersediaan dana siap pakai) menjadi faktor kritis dalam menggerakkan pasar. Pencetakan USDC yang membludak di minggu pertama Maret, dengan total melampaui $3 miliar, menunjukkan momentum terus berlanjut dan memberikan sinyal kuat tentang dinamika pasar yang sedang berubah.

Arti Likuidasi Dalam Dominasi USDC di Pasar Stablecoin

USDC yang dikelola Circle Internet Group kini mendominasi lanskap stablecoin dengan spektakuler. Stablecoin ini mencatat $1,26 triliun volume transfer pada Februari—angka yang mewakili sekitar 70% dari seluruh aktivitas transfer stablecoin global. Sebaliknya, USDT milik Tether yang sebelumnya dianggap raja pasar, hanya mencapai $514 miliar dalam periode yang sama.

Perbedaan drastis ini mengungkapkan kebenaran penting tentang arti likuidasi dalam ekosistem kripto. Meski Tether menguasai market cap yang lebih besar dengan margin signifikan—$184 miliar dibandingkan $78,85 miliar milik USDC (data terkini per Maret 2026)—USDC justru memperlihatkan kecepatan perputaran dana yang jauh lebih tinggi. Artinya, setiap unit USDC bergerak antar wallet dan bursa dengan frekuensi yang melampaui USDT, menciptakan likuiditas yang lebih dinamis.

Simon Dedic, pendiri Moonrock Capital, mengamati bahwa USDC secara konsisten melampaui Tether dalam volume transfer selama beberapa bulan terakhir. Fenomena ini bukan kebetulan—data dari analytics platform Allium dan Arkham mengkonfirmasi tren berkelanjutan ini, menunjukkan bahwa arti likuidasi tidak hanya tentang jumlah dana yang beredar, tetapi kecepatan dan efisiensi pergerakannya di pasar.

Bagaimana Aliran Stablecoin Menciptakan Momentum Pembeli Kripto

Memahami arti likuidasi menjadi kunci untuk memprediksi pergerakan harga kripto. Ketika stablecoin membanjiri bursa dalam jumlah besar, hal ini secara langsung menerjemahkan ke dalam “uang siap belanja” yang mencari aset kripto untuk ditukar. Mekanisme sederhana ini telah menjadi prediktor historis yang andal bagi rally harga.

Pada 5 Maret saja, sekitar $5,14 miliar stablecoin berderas ke bursa—meloncak drastis dari $1,14 miliar hanya empat hari sebelumnya. Dalam tiga minggu terakhir, pasokan stablecoin di bursa mencapai puncak $66,5 miliar. Dinamika ini langsung tercermin dalam aksi Bitcoin yang menyentuh $70,34K (data terkini), didorong sebagian besar oleh lonjakan aliran masuk stablecoin.

Rasio pasokan stablecoin—metrik yang mengukur hubungan antara market cap Bitcoin dan total market cap stablecoin—telah pulih setelah penurunan tajam pada Februari. Ini mengkonfirmasi bahwa arti likuidasi dalam konteks pasar sedang menunjukkan korelasi positif dengan sentimen pembeli dan apresiasi harga aset digital.

Pertumbuhan Eksponensial: Pencetakan USDC Melaju Ke $3 Miliar Dalam Minggu Pertama Maret

Circle telah menunjukkan akselerasi pencetakan USDC yang mengesankan di awal bulan Maret. Hanya dalam 7 hari pertama, perusahaan telah mencetak lebih dari $3 miliar USDC baru. Salah satu pencetakan tunggal yang dilacak platform Arkham menunjukkan $250 juta USDC dicetak di Solana—sebuah indikator bahwa distribusi multi-chain sedang diperkuat.

Jika momentum ini berkelanjutan, proyeksi untuk keseluruhan Maret menunjukkan pencetakan bisa melampaui $12 miliar. Pertumbuhan ini bukan hanya angka statistik—ini merupakan bukti konkret dari arti likuidasi yang terus bermutasi dalam ekosistem DeFi modern. Circle juga melaporkan laba kuartal keempat yang kuat di tahun 2025, didorong oleh ekspansi cepat bisnis pembayaran USDC. Kemitraan strategis dengan platform seperti Polymarket telah menambah momentum positif tersebut.

Sementara itu, pasokan Tether tetap relatif datar sejak awal Maret, menciptakan divergensi yang semakin jelas antara dua pemain stablecoin terbesar. Tren ini memperkuat narasi bahwa preferensi pasar sedang bergeser ke arah USDC.

Pentingnya Memahami Dinamika Supply Stablecoin untuk Prediksi Pasar

Rekor Februari bukan sekadar pencapaian numerik—ini merepresentasikan transformasi fundamental dalam cara pasar mengoperasikan likuidasi dan aliran modal. Adopsi stablecoin secara keseluruhan terus memacak pertumbuhan. Senat negara bagian Florida telah mengesahkan RUU yang mendukung stablecoin minggu ini, menunggu tanda tangan gubernur. Gerakan regulasi di tingkat negara, dikombinasikan dengan peningkatan penggunaan institusional token berbasis dolar untuk pembayaran dan penyelesaian, terus menjaga permintaan tetap meningkat.

Transfer USDC senilai $1,26 triliun pada Februari menandai total bulanan tertinggi sejak peluncuran stablecoin pada September 2018. Bagi investor dan trader, memahami arti likuidasi dalam konteks ini menjadi esensial—bukan hanya tentang mengikuti momentum, tetapi mengidentifikasi kapan aliran dana mulai mengubah arah pasar.

Data dari perusahaan analitik blockchain menunjukkan bahwa Circle telah mencetak melebihi $3 miliar USDC pada minggu pertama Maret, dengan insight dari Arkham mengkonfirmasi pencetakan individual sebesar $250 juta di Solana. Tren ini memperkuat kesimpulan bahwa arti likuidasi—dalam konteks ketersediaan dana, kecepatan perputaran, dan kepercayaan pasar—akan terus menjadi narasi sentral dalam menginterpretasi dinamika pasar kripto di kuartal mendatang.

BTC-0,08%
SOL1,38%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan