Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Surat Istri Zhao Changpeng, Yang Weiping: Kisah Keluarga di Balik 25 Tahun Pernikahan
Dalam kehidupan pendiri Binance, Zhao Changpeng, ada satu peran penting yang jarang mendapatkan perhatian publik—mantan istrinya, Yang Weiqing. Baru-baru ini, surat yang dia ajukan ke pengadilan mengungkapkan kisah berbeda dari yang dibayangkan orang selama 25 tahun pernikahan. Surat ini bukan hanya meninjau masa lalu, tetapi juga menggambarkan secara mendalam peran seorang suami dan ayah.
Dari Kenal Hingga Menikah—Pengusaha yang Berjuang dari Nol
Mereka bertemu pada tahun 1999 dan menikah pada tahun 2003. Dalam seperempat abad mengenal Zhao Changpeng, Yang Weiqing melihat dia sebagai orang yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarga. Berbeda dari banyak pengusaha lain, Zhao Changpeng benar-benar memulai dari nol. Tanpa aset keluarga, tanpa warisan, semuanya dimulai dari awal.
Pada awal memulai usaha, Zhao Changpeng tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami kegagalan berkali-kali, tetapi di saat-saat tersulit itu, dia memilih menanggung seluruh biaya keluarga. Sebagai istri penuh waktu, Yang Weiqing menyaksikan bagaimana seorang pengusaha menyeimbangkan kegagalan dan ketekunan—tak peduli bagaimana bisnisnya, biaya sekolah internasional anak-anak, pengeluaran harian keluarga, dia berusaha keras untuk menjaga semuanya. Lebih dari itu, dia tidak pernah berutang kepada investor, dan setiap kali gagal, dia membayar semua utang itu dengan usahanya sendiri.
Masa Terberat: Ketekunan Seorang Pengusaha
Banyak orang hanya melihat keberhasilan Zhao Changpeng setelah sukses di Binance, tetapi mereka tidak tahu berapa banyak hari yang tidak diharapkan sebelumnya. Dalam surat Yang Weiqing, dia menyoroti bagaimana suaminya menunjukkan ketangguhan di masa-masa paling sulit—di saat-saat itulah karakter sejati seseorang akan terlihat.
Dia ingat hari-hari kegagalan itu, Zhao Changpeng tetap berjuang setiap hari untuk bekerja, dan setelah pulang ke rumah, dia terlibat langsung dalam mengasuh anak-anak. Mengganti popok, memberi susu, menemani anak-anak berwisata—detail-detail ini mungkin tampak sepele bagi banyak orang, tetapi justru menunjukkan tanggung jawabnya sebagai ayah. Dia menghargai pendidikan anak-anak dan menghormati pilihan pendidikan istrinya, menjaga standar kehidupan keluarga kelas menengah dengan tindakan nyata.
Setelah Berdirinya Binance: Menyeimbangkan Karier dan Keluarga
Pada tahun 2017, Binance didirikan. Seiring waktu, Zhao Changpeng menjadi semakin sibuk. Saat itu, anak-anak mereka sedang memasuki masa remaja, dan dia menghadapi tantangan baru—bagaimana menyeimbangkan pengembangan bisnis global dan tanggung jawab keluarga.
Menariknya, dalam surat tersebut, Yang Weiqing menyebutkan bahwa meskipun jarak geografis—mereka tinggal di Tokyo, Jepang—Zhao Changpeng tetap berusaha menjaga komunikasi dekat dengan anak-anak. Masalah yang dihadapi anak-anak di sekolah selalu direspons dan didukungnya secara langsung. Ini bukan cerita tentang ayah yang tidak hadir, melainkan tentang seseorang yang berusaha menjaga hubungan keluarga di tengah ekspansi bisnis global.
Ayah yang Tidak Pernah Absen: Dari Masa Bayi Hingga Remaja
Jika harus memilih satu detail yang menunjukkan tingkat keterlibatan Zhao Changpeng sebagai ayah, Yang Weiqing memilih kisah tentang Pramuka Amerika. Dikenal bahwa banyak kegiatan Pramuka di AS memerlukan kehadiran langsung dari ayah. Dalam proses tumbuh kembang anak, Zhao tidak menyerahkan tanggung jawab ini kepada orang lain karena kesibukan bisnis, melainkan ikut serta secara langsung.
Dari perawatan penuh perhatian saat bayi, mendampingi saat anak kecil tumbuh, hingga memberi dukungan mental saat remaja—dalam 25 tahun pernikahan ini, Yang Weiqing menyaksikan bagaimana seorang pengusaha memilih antara karier dan keluarga, dan bagaimana dia berusaha menyeimbangkan keduanya saat terjadi konflik.
Perspektif yang Perlu Diperhatikan Kembali
Tanggapan terhadap spekulasi “setelah sukses, mengabaikan keluarga” diulas dalam surat ini dari berbagai sudut pandang. Kisah Yang Weiqing menunjukkan bahwa ini bukan cerita pengkhianatan setelah keberhasilan, melainkan perjalanan hidup yang kompleks—seorang suami dan ayah yang terus berjuang menyeimbangkan dan memilih di antara kegagalan usaha, keberhasilan karier, dan tanggung jawab keluarga.
Makna surat ini adalah mengingatkan kita untuk bersikap objektif saat menilai tokoh publik. Pernyataan dari istri Zhao Changpeng ini bukan untuk mengubah opini publik, melainkan untuk mendokumentasikan kisah keluarga yang jarang diketahui tetapi nyata adanya. Apapun hasil putusan hukum akhirnya, 25 tahun itu telah menjadi bagian dari sejarah, dan detail-detail seperti interaksi orang tua dan anak, tanggung jawab, keseimbangan, dan ketekunan adalah bagian paling nyata dari kisah ini.