Kenaikan harga minyak secara tiba-tiba memicu perbincangan hangat di dunia kripto: Apakah Bitcoin akan menjadi alat lindung nilai terhadap inflasi?

BTC4,76%

Pada 10 Maret, berita menyebutkan bahwa seiring dengan fluktuasi tajam harga minyak internasional, minyak secara tak terduga menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas di komunitas kripto. Baru-baru ini, harga minyak melonjak ke atas lebih dari 115 dolar AS per barel dalam waktu singkat sebelum cepat kembali ke sekitar 86 dolar AS, memicu diskusi sengit di platform sosial X oleh banyak trader dan investor. Data analitik on-chain dan platform analisis sosial Santiment menunjukkan bahwa diskusi terkait minyak menyumbang sekitar 2,6% dari seluruh topik sosial kripto, bahkan pernah melebihi sebagian besar proyek altcoin.

Para analis menunjukkan bahwa tiba-tiba minyak menjadi pusat perhatian komunitas kripto terutama terkait dengan meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Tindakan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran membuat pasar khawatir terhadap kerusakan infrastruktur energi penting, sementara ketidakpastian terkait keamanan pengangkutan di Selat Hormuz juga sering dibahas. Jika jalur pelayaran di selat ini terganggu, pasokan minyak global bisa berkurang sekitar 20%, sehingga volatilitas harga energi akan meningkat.

Dalam konteks ini, sebagian trader mulai membahas potensi pengaruh kenaikan harga minyak terhadap tren harga Bitcoin. Ada yang berpendapat bahwa harga minyak yang tinggi dapat mendorong tekanan inflasi global, yang kemudian memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset digital perlindungan nilai. Namun, ada juga analisis yang menyatakan bahwa kenaikan biaya energi biasanya disertai dengan pengetatan kebijakan moneter, dan lingkungan seperti ini secara historis tidak menguntungkan aset berisiko termasuk pasar kripto.

Perlu dicatat bahwa minat komunitas kripto terhadap altcoin saat ini berada pada level terendah dalam beberapa tahun terakhir, sementara tren makroekonomi dan komoditas utama menjadi fokus diskusi utama. Beberapa trader mulai membandingkan pergerakan harga minyak Brent dan WTI futures dengan siklus harga Bitcoin untuk menilai tren pasar di masa depan.

Data pasar menunjukkan bahwa selama kenaikan harga minyak, harga Bitcoin sempat berfluktuasi, tetapi seiring harga minyak kembali dari sekitar 115 dolar AS, Bitcoin secara bertahap memulihkan kerugiannya dan mendekati kembali angka 70.000 dolar AS, dengan harga terbaru sekitar 69.384 dolar AS. Sementara itu, volume kontrak terbuka di pasar derivatif kripto tetap sekitar 20 miliar dolar AS, menunjukkan bahwa mayoritas trader tetap berhati-hati dan menunggu.

Para analis berpendapat bahwa masih terdapat perbedaan pendapat besar mengenai apakah kenaikan harga minyak akan mendorong Bitcoin ke fase kenaikan baru.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar