Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Gempa bumi di California dan gelombang gempa di AS selama 12 Februari
Dalam 24 jam terakhir pada 11 dan 12 Februari, Amerika Serikat mengalami aktivitas seismik yang intens dengan total 18 gempa bumi tercatat di wilayah Amerika Utara dan Karibia, menurut laporan dari USGS (Layanan Geologi Amerika Serikat). Fenomena alam ini, meskipun sering terjadi di beberapa wilayah AS, kembali menunjukkan kerentanan seismik di daerah tertentu, terutama California, di mana beberapa gempa tersebut terjadi.
Episentrum gempa terkuat: California konsentrasi aktivitas
Gempa paling kuat yang tercatat selama periode ini terjadi di wilayah Petrolia, California, dengan magnitudo 3,3. Meski ini bukan satu-satunya kejadian seismik di negara bagian tersebut, California kembali menjadi salah satu pusat aktivitas geologi utama di negara ini. Dari sembilan gempa yang terjadi di wilayah daratan Amerika Serikat, beberapa di antaranya tepatnya berlokasi di California, mencerminkan ketidakstabilan tektonik yang terus berlangsung di daerah tersebut.
Melalui peta interaktif USGS yang tersedia di portal resmi mereka, dapat dilihat bahwa aktivitas tidak hanya terkonsentrasi di California. Catatan menunjukkan kejadian di berbagai lokasi:
Selain California, Alaska juga melaporkan aktivitas signifikan, termasuk gempa terbesar selama periode ini: gempa berkekuatan 4,0 yang tercatat 92 kilometer di barat daya Adak, Alaska, pada pukul 01:15 UTC 12 Februari.
USGS konfirmasi 18 pergerakan seismik di Amerika Utara dan Karibia
Catatan resmi dari USGS mendokumentasikan gempa di berbagai negara bagian dan wilayah. Selain California dan Alaska, tercatat gempa di Wyoming (magnitudo 3,0 dekat Edgerton), Carolina Selatan (magnitudo 2,5 di dekat Centerville), dan Oklahoma (magnitudo 2,7 dekat Calumet).
Wilayah non-continental juga tidak luput: Alaska mencatat sebagian besar kejadian, dengan lebih dari 9 gempa tersebar di berbagai zona, sementara Hawaii dan Puerto Rico melengkapi gambaran aktivitas seismik di yurisdiksi AS.
Mengapa California dan Alaska lebih sering mengalami gempa?
Konsentrasi aktivitas seismik di California dan Alaska bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses geologi tertentu. Di California terletak Patahan San Andreas, sebuah patahan geologi di mana lempeng tektonik Pasifik dan Amerika Utara mengalami pergerakan konstan. Gesekan antar lempeng ini bertanggung jawab atas sebagian besar gempa yang mempengaruhi kota-kota besar seperti Los Angeles dan San Francisco sepanjang sejarah.
Di Alaska, fenomena serupa terjadi: Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara juga bersentuhan, menghasilkan aktivitas seismik yang terus berlangsung. Meski sering terjadi, banyak gempa ini tidak terdeteksi karena rendahnya kepadatan penduduk di wilayah tersebut.
Selain kedua daerah kritis ini, wilayah lain seperti Pegunungan Rocky dan rangkaian pegunungan di tengah Amerika Serikat juga dapat mengalami gempa sesekali, meskipun dengan frekuensi yang lebih rendah dibandingkan California dan Alaska. Kejadian-kejadian ini, meskipun kurang dapat diprediksi, mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap fenomena geologi alam.