Seiring dengan perkembangan dinamika ekonomi global, banyak investor mempertanyakan satu hal: apakah membeli Poundsterling (GBP) saat ini menguntungkan? Sebagai mata uang perdagangan utama keempat di dunia, Pound pernah mengalami fluktuasi ekstrem dari 2 USD/GBP pada 2008 menjadi 1,03 USD/GBP pada 2022. Namun, memasuki tahun 2026, logika investasi GBP mulai mengalami perubahan halus. Artikel ini akan menganalisis secara mendalam apakah saat ini tepat untuk membeli Pound, dan bagaimana investor dapat memanfaatkan peluang ini.
Nilai Investasi Pound: Mengapa Sekarang Perlu Diperhatikan?
Poundsterling (GBP) mencerminkan kekuatan ekonomi pusat keuangan global Inggris. Dengan volume transaksi harian sekitar 13% di pasar valuta asing, likuiditas GBP berada di bawah dolar AS, euro, dan yen. Ini menunjukkan Pound memiliki tingkat aktivitas pasar dan transparansi harga yang tinggi, cocok bagi trader yang mencari diversifikasi portofolio.
Dalam lebih dari satu tahun terakhir, Pound dari mata uang yang diabaikan dan dianggap bermasalah, perlahan berubah menjadi pilihan investasi yang menarik. GBP/USD dari titik terendah historis 1,03 pada 2022 rebound ke kisaran 1,28-1,30 pada awal 2026, mencerminkan pengakuan pasar terhadap fundamental Pound. Tapi ini baru permulaan—peluang investasi sebenarnya terletak pada pemahaman logika mendalam yang menggerakkan pergerakan Pound.
Tiga Faktor Utama yang Mempengaruhi Pergerakan Pound
Untuk menentukan apakah membeli Pound bijaksana, pertama-tama harus memahami faktor utama yang menggerakkan harga GBP. Dari performa pasar selama sepuluh tahun terakhir, dapat diidentifikasi tiga faktor penentu:
Faktor Pertama: Dampak Stabilitas Politik
Referendum Brexit 2016 menjadi titik balik sejarah Pound. Setelah hasil pengumuman, GBP anjlok dari 1,47 ke 1,22 dalam semalam, mencatat penurunan harian terbesar dalam beberapa dekade. Enam tahun kemudian, pada 2022, pengumuman “anggaran mini” oleh Perdana Menteri Truss kembali memicu kepanikan pasar, dan Pound jatuh ke level terendah 1,03. Peristiwa ini menunjukkan bahwa GBP sangat sensitif terhadap ketidakpastian politik. Pasar paling takut terhadap ketidakpastian “apa yang akan terjadi selanjutnya,” dan Pound adalah mata uang yang sangat peka terhadap dinamika politik.
Faktor Kedua: Siklus Kebijakan Federal Reserve (Fed)
GBP adalah salah satu dari tiga mata uang terbesar dalam indeks dolar AS, dengan bobot 11,9%, yang menghubungkan pergerakan GBP dan USD secara erat. Ketika Federal Reserve memasuki siklus kenaikan suku bunga, dolar AS menguat sebagai aset safe haven global, sementara mata uang non-AS seperti Pound cenderung melemah. Pada masa pandemi 2020, GBP sempat turun di bawah 1,15 karena dolar AS menarik banyak modal sebagai “mata uang safe haven” selama krisis ekonomi global.
Namun, situasi 2026 sudah berbalik. Fed mulai menurunkan suku bunga sejak paruh kedua 2025, sehingga daya tarik dolar menurun. Dalam kondisi ini, aset GBP dengan suku bunga relatif lebih tinggi menjadi lebih menarik, memberikan dukungan kenaikan bagi Pound.
Faktor Ketiga: Kebijakan Bank Sentral
Bank of England (BoE) sering menyesuaikan suku bunga berdasarkan arah kebijakan ECB. Meskipun Inggris telah keluar dari Uni Eropa, Eropa tetap menjadi mitra dagang utama, dan keputusan ECB mempengaruhi GBP secara langsung. Saat ini, BoE menegaskan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka panjang untuk mengendalikan inflasi, sementara Fed mulai menurunkan suku bunga. Ketidaksesuaian kebijakan ini menciptakan dorongan penguatan GBP—modal secara alami mengalir ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi.
Peluang dan Tantangan GBP/USD Tahun 2026
Per Februari 2026, GBP/USD berfluktuasi di kisaran 1,28-1,30. Secara kasat mata, pergerakan ini relatif stabil, tetapi pasar sudah bersiap untuk tren berikutnya.
Faktor Pendukung: Perbedaan Kebijakan Suku Bunga yang Membesar
Penurunan suku bunga AS sudah menjadi kenyataan, dan diperkirakan akan berlanjut di paruh pertama 2026. Sementara itu, inflasi Inggris meskipun mulai menurun, tetap sekitar 3%, di atas target 2% BoE. Ini berarti BoE kemungkinan akan menunda lagi penurunan suku bunga, bahkan mungkin menjadi bank sentral G10 terakhir yang mulai menurunkan suku bunga. Keunggulan spread suku bunga ini memberi dasar fundamental yang kuat bagi GBP.
Faktor Pendukung: Stabilitas Fundamental Ekonomi
Meski tidak luar biasa, ekonomi Inggris cukup stabil. Tingkat pengangguran sekitar 4,1%, dengan pertumbuhan upah yang kuat, mendukung kestabilan ekonomi. Meskipun pertumbuhan GDP kuartal keempat 2024 hanya 0,3%, Inggris berhasil keluar dari resesi teknis. Perkiraan 2025-2026, ekonomi Inggris akan tumbuh secara moderat namun stabil di kisaran 1,1%-1,3%. Stabilitas ini memberikan fondasi yang solid untuk investasi GBP.
Risiko: Ketidakpastian Siklus Politik
Pada 2025, Inggris akan memasuki siklus pemilihan baru, menambah variabel politik. Meski saat ini pasar cukup memperkirakan hasilnya, kejadian politik tak terduga bisa mengacaukan tren GBP. Investor harus memantau perkembangan politik Inggris secara ketat.
Perkiraan Rentang Harga
Jika AS mulai menurunkan suku bunga sesuai rencana dan Inggris mempertahankan suku bunga tinggi, GBP berpotensi menguat ke 1,30 dan bahkan menembus 1,35. Sebaliknya, jika data ekonomi Inggris tidak membaik dan BoE terpaksa menurunkan suku bunga lebih awal, GBP bisa kembali ke 1,20 bahkan lebih rendah. Saat ini, kisaran 1,28-1,30 berada di posisi netral—tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah.
Waktu dan Strategi Emas untuk Perdagangan GBP
Pertanyaan “apakah membeli GBP sekarang?” sangat bergantung pada “kapan waktu terbaik membeli.” Waktu terbaik untuk trading GBP/USD biasanya saat perpotongan pasar Eropa dan Amerika, karena sebagian besar transaksi besar terjadi saat ini.
Waktu London adalah awal paling aktif untuk perdagangan GBP. Saat pasar AS buka (sekitar pukul 20.00 waktu Asia, mundur satu jam saat musim dingin), aktivitas mencapai puncaknya. Periode overlap (20.00-02.00 waktu Asia, mundur satu jam saat musim dingin) sering menjadi waktu paling volatil.
Perhatikan waktu berikut:
Pengumuman kebijakan BoE biasanya dilakukan pukul 20.00 waktu Asia. Jika hasilnya berbeda dari ekspektasi, GBP bisa langsung menguat atau melemah secara cepat.
Data ekonomi utama seperti GDP dan data inflasi biasanya diumumkan pukul 17-18.00 waktu Asia, langsung mempengaruhi pergerakan GBP. Menguasai jadwal ini membantu pengambilan keputusan lebih baik daripada hanya mengandalkan analisis teknikal.
Checklist Risiko Sebelum Membeli GBP
Sebelum memutuskan membeli GBP, investor harus melakukan pengecekan berikut:
✓ Evaluasi Risiko Politik: Apakah ada risiko politik besar atau gejolak pemilu di Inggris?
✓ Konfirmasi Kebijakan Bank Sentral: Perhatikan keputusan suku bunga terbaru dan panduan ke depan BoE.
✓ Pantau Data Ekonomi: Perhatikan data pengangguran, GDP, inflasi terbaru Inggris.
✓ Monitor Kebijakan Fed: Ikuti perkembangan penurunan suku bunga Fed dan pengaruhnya terhadap GBP.
✓ Analisis Posisi Teknis: Tentukan posisi GBP terhadap USD saat ini dalam tren naik, koreksi, atau konsolidasi.
✓ Rencana Manajemen Risiko: Tetapkan stop loss dan target profit yang rasional agar risiko terkendali.
Panduan Praktis Trading GBP: Forex Margin
Setelah memutuskan membeli GBP, trader perlu memilih metode trading yang sesuai. Mengingat fluktuasi harian biasanya hanya 1-2%, penggunaan leverage umum dilakukan untuk mencapai target keuntungan dalam waktu singkat. GBP sering menunjukkan tren dan pembalikan yang jelas, sehingga trading margin forex dengan leverage tinggi menjadi pilihan banyak trader profesional.
Strategi Long (Beli GBP):
Beli saat yakin GBP akan naik, bisa dengan market order atau limit order di bawah harga saat ini (misalnya di 1,2750 jika saat ini 1,2800).
Pasang order break (buy stop) jika ingin otomatis beli saat GBP menembus level tertentu.
Selalu atur stop loss (misalnya di 1,2650) dan take profit (misalnya di 1,3050) untuk mengendalikan risiko.
Strategi Short (Jual GBP):
Jual saat prediksi GBP akan turun, bisa dengan market order atau limit order di atas harga saat ini.
Pasang order trailing (sell stop) di bawah harga pasar untuk mengikuti tren turun.
Tetapkan target profit dan stop loss sesuai analisis.
Prinsip Manajemen Risiko:
Penggunaan stop loss yang tepat sangat penting untuk menghindari kerugian besar. Pastikan risiko per posisi terkendali dan tetap disiplin dalam pengelolaan modal.
Pilih platform trading yang aman dan teregulasi, seperti broker forex yang diawasi ASIC, yang menawarkan leverage fleksibel (1-200x), spread rendah, dan fitur lengkap seperti platform proprietary dengan indikator dan charting lengkap. Dengan demikian, trader dapat melakukan transaksi dengan nyaman dan aman kapan saja dan di mana saja.
Saran Investasi Akhir
Apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli GBP? Jawabannya tergantung pada sudut pandang dan toleransi risiko Anda.
Trader jangka pendek: Kisaran 1,28-1,30 menawarkan peluang dengan risiko dan imbal hasil seimbang. Peristiwa kebijakan dan data ekonomi bisa memicu volatilitas, jadi kesiapan menghadapi risiko politik sangat penting.
Investor jangka menengah: Dengan spread suku bunga yang menguntungkan, membeli GBP di bawah 1,28 dan menjual di kisaran 1,32-1,35 bisa menguntungkan.
Investor jangka panjang: GBP telah rebound dari titik terendah 2022, tetapi masih jauh dari puncak 1,53 tahun 2015. Jika ekonomi Inggris stabil dan kebijakan moneter tetap hawkish, GBP berpotensi menguat lebih jauh. Tapi ini bergantung pada stabilitas politik dan fundamental ekonomi.
Intinya, keberhasilan investasi GBP tidak hanya soal arah pasar, tetapi juga pengelolaan risiko. Tetapkan stop loss yang rasional, sesuaikan posisi secara fleksibel, dan pantau perkembangan kebijakan secara ketat. Dengan perubahan lanskap ekonomi global di 2026, peluang dan risiko investasi GBP terus berkembang. Kunci utama adalah tetap waspada dan adaptif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah saat ini saat yang tepat untuk membeli Poundsterling? Strategi investasi Poundsterling 2026 dan prospek nilai tukar
Seiring dengan perkembangan dinamika ekonomi global, banyak investor mempertanyakan satu hal: apakah membeli Poundsterling (GBP) saat ini menguntungkan? Sebagai mata uang perdagangan utama keempat di dunia, Pound pernah mengalami fluktuasi ekstrem dari 2 USD/GBP pada 2008 menjadi 1,03 USD/GBP pada 2022. Namun, memasuki tahun 2026, logika investasi GBP mulai mengalami perubahan halus. Artikel ini akan menganalisis secara mendalam apakah saat ini tepat untuk membeli Pound, dan bagaimana investor dapat memanfaatkan peluang ini.
Nilai Investasi Pound: Mengapa Sekarang Perlu Diperhatikan?
Poundsterling (GBP) mencerminkan kekuatan ekonomi pusat keuangan global Inggris. Dengan volume transaksi harian sekitar 13% di pasar valuta asing, likuiditas GBP berada di bawah dolar AS, euro, dan yen. Ini menunjukkan Pound memiliki tingkat aktivitas pasar dan transparansi harga yang tinggi, cocok bagi trader yang mencari diversifikasi portofolio.
Dalam lebih dari satu tahun terakhir, Pound dari mata uang yang diabaikan dan dianggap bermasalah, perlahan berubah menjadi pilihan investasi yang menarik. GBP/USD dari titik terendah historis 1,03 pada 2022 rebound ke kisaran 1,28-1,30 pada awal 2026, mencerminkan pengakuan pasar terhadap fundamental Pound. Tapi ini baru permulaan—peluang investasi sebenarnya terletak pada pemahaman logika mendalam yang menggerakkan pergerakan Pound.
Tiga Faktor Utama yang Mempengaruhi Pergerakan Pound
Untuk menentukan apakah membeli Pound bijaksana, pertama-tama harus memahami faktor utama yang menggerakkan harga GBP. Dari performa pasar selama sepuluh tahun terakhir, dapat diidentifikasi tiga faktor penentu:
Faktor Pertama: Dampak Stabilitas Politik
Referendum Brexit 2016 menjadi titik balik sejarah Pound. Setelah hasil pengumuman, GBP anjlok dari 1,47 ke 1,22 dalam semalam, mencatat penurunan harian terbesar dalam beberapa dekade. Enam tahun kemudian, pada 2022, pengumuman “anggaran mini” oleh Perdana Menteri Truss kembali memicu kepanikan pasar, dan Pound jatuh ke level terendah 1,03. Peristiwa ini menunjukkan bahwa GBP sangat sensitif terhadap ketidakpastian politik. Pasar paling takut terhadap ketidakpastian “apa yang akan terjadi selanjutnya,” dan Pound adalah mata uang yang sangat peka terhadap dinamika politik.
Faktor Kedua: Siklus Kebijakan Federal Reserve (Fed)
GBP adalah salah satu dari tiga mata uang terbesar dalam indeks dolar AS, dengan bobot 11,9%, yang menghubungkan pergerakan GBP dan USD secara erat. Ketika Federal Reserve memasuki siklus kenaikan suku bunga, dolar AS menguat sebagai aset safe haven global, sementara mata uang non-AS seperti Pound cenderung melemah. Pada masa pandemi 2020, GBP sempat turun di bawah 1,15 karena dolar AS menarik banyak modal sebagai “mata uang safe haven” selama krisis ekonomi global.
Namun, situasi 2026 sudah berbalik. Fed mulai menurunkan suku bunga sejak paruh kedua 2025, sehingga daya tarik dolar menurun. Dalam kondisi ini, aset GBP dengan suku bunga relatif lebih tinggi menjadi lebih menarik, memberikan dukungan kenaikan bagi Pound.
Faktor Ketiga: Kebijakan Bank Sentral
Bank of England (BoE) sering menyesuaikan suku bunga berdasarkan arah kebijakan ECB. Meskipun Inggris telah keluar dari Uni Eropa, Eropa tetap menjadi mitra dagang utama, dan keputusan ECB mempengaruhi GBP secara langsung. Saat ini, BoE menegaskan akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka panjang untuk mengendalikan inflasi, sementara Fed mulai menurunkan suku bunga. Ketidaksesuaian kebijakan ini menciptakan dorongan penguatan GBP—modal secara alami mengalir ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi.
Peluang dan Tantangan GBP/USD Tahun 2026
Per Februari 2026, GBP/USD berfluktuasi di kisaran 1,28-1,30. Secara kasat mata, pergerakan ini relatif stabil, tetapi pasar sudah bersiap untuk tren berikutnya.
Faktor Pendukung: Perbedaan Kebijakan Suku Bunga yang Membesar
Penurunan suku bunga AS sudah menjadi kenyataan, dan diperkirakan akan berlanjut di paruh pertama 2026. Sementara itu, inflasi Inggris meskipun mulai menurun, tetap sekitar 3%, di atas target 2% BoE. Ini berarti BoE kemungkinan akan menunda lagi penurunan suku bunga, bahkan mungkin menjadi bank sentral G10 terakhir yang mulai menurunkan suku bunga. Keunggulan spread suku bunga ini memberi dasar fundamental yang kuat bagi GBP.
Faktor Pendukung: Stabilitas Fundamental Ekonomi
Meski tidak luar biasa, ekonomi Inggris cukup stabil. Tingkat pengangguran sekitar 4,1%, dengan pertumbuhan upah yang kuat, mendukung kestabilan ekonomi. Meskipun pertumbuhan GDP kuartal keempat 2024 hanya 0,3%, Inggris berhasil keluar dari resesi teknis. Perkiraan 2025-2026, ekonomi Inggris akan tumbuh secara moderat namun stabil di kisaran 1,1%-1,3%. Stabilitas ini memberikan fondasi yang solid untuk investasi GBP.
Risiko: Ketidakpastian Siklus Politik
Pada 2025, Inggris akan memasuki siklus pemilihan baru, menambah variabel politik. Meski saat ini pasar cukup memperkirakan hasilnya, kejadian politik tak terduga bisa mengacaukan tren GBP. Investor harus memantau perkembangan politik Inggris secara ketat.
Perkiraan Rentang Harga
Jika AS mulai menurunkan suku bunga sesuai rencana dan Inggris mempertahankan suku bunga tinggi, GBP berpotensi menguat ke 1,30 dan bahkan menembus 1,35. Sebaliknya, jika data ekonomi Inggris tidak membaik dan BoE terpaksa menurunkan suku bunga lebih awal, GBP bisa kembali ke 1,20 bahkan lebih rendah. Saat ini, kisaran 1,28-1,30 berada di posisi netral—tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah.
Waktu dan Strategi Emas untuk Perdagangan GBP
Pertanyaan “apakah membeli GBP sekarang?” sangat bergantung pada “kapan waktu terbaik membeli.” Waktu terbaik untuk trading GBP/USD biasanya saat perpotongan pasar Eropa dan Amerika, karena sebagian besar transaksi besar terjadi saat ini.
Waktu London adalah awal paling aktif untuk perdagangan GBP. Saat pasar AS buka (sekitar pukul 20.00 waktu Asia, mundur satu jam saat musim dingin), aktivitas mencapai puncaknya. Periode overlap (20.00-02.00 waktu Asia, mundur satu jam saat musim dingin) sering menjadi waktu paling volatil.
Perhatikan waktu berikut:
Pengumuman kebijakan BoE biasanya dilakukan pukul 20.00 waktu Asia. Jika hasilnya berbeda dari ekspektasi, GBP bisa langsung menguat atau melemah secara cepat.
Data ekonomi utama seperti GDP dan data inflasi biasanya diumumkan pukul 17-18.00 waktu Asia, langsung mempengaruhi pergerakan GBP. Menguasai jadwal ini membantu pengambilan keputusan lebih baik daripada hanya mengandalkan analisis teknikal.
Checklist Risiko Sebelum Membeli GBP
Sebelum memutuskan membeli GBP, investor harus melakukan pengecekan berikut:
✓ Evaluasi Risiko Politik: Apakah ada risiko politik besar atau gejolak pemilu di Inggris?
✓ Konfirmasi Kebijakan Bank Sentral: Perhatikan keputusan suku bunga terbaru dan panduan ke depan BoE.
✓ Pantau Data Ekonomi: Perhatikan data pengangguran, GDP, inflasi terbaru Inggris.
✓ Monitor Kebijakan Fed: Ikuti perkembangan penurunan suku bunga Fed dan pengaruhnya terhadap GBP.
✓ Analisis Posisi Teknis: Tentukan posisi GBP terhadap USD saat ini dalam tren naik, koreksi, atau konsolidasi.
✓ Rencana Manajemen Risiko: Tetapkan stop loss dan target profit yang rasional agar risiko terkendali.
Panduan Praktis Trading GBP: Forex Margin
Setelah memutuskan membeli GBP, trader perlu memilih metode trading yang sesuai. Mengingat fluktuasi harian biasanya hanya 1-2%, penggunaan leverage umum dilakukan untuk mencapai target keuntungan dalam waktu singkat. GBP sering menunjukkan tren dan pembalikan yang jelas, sehingga trading margin forex dengan leverage tinggi menjadi pilihan banyak trader profesional.
Strategi Long (Beli GBP):
Beli saat yakin GBP akan naik, bisa dengan market order atau limit order di bawah harga saat ini (misalnya di 1,2750 jika saat ini 1,2800).
Pasang order break (buy stop) jika ingin otomatis beli saat GBP menembus level tertentu.
Selalu atur stop loss (misalnya di 1,2650) dan take profit (misalnya di 1,3050) untuk mengendalikan risiko.
Strategi Short (Jual GBP):
Jual saat prediksi GBP akan turun, bisa dengan market order atau limit order di atas harga saat ini.
Pasang order trailing (sell stop) di bawah harga pasar untuk mengikuti tren turun.
Tetapkan target profit dan stop loss sesuai analisis.
Prinsip Manajemen Risiko:
Penggunaan stop loss yang tepat sangat penting untuk menghindari kerugian besar. Pastikan risiko per posisi terkendali dan tetap disiplin dalam pengelolaan modal.
Pilih platform trading yang aman dan teregulasi, seperti broker forex yang diawasi ASIC, yang menawarkan leverage fleksibel (1-200x), spread rendah, dan fitur lengkap seperti platform proprietary dengan indikator dan charting lengkap. Dengan demikian, trader dapat melakukan transaksi dengan nyaman dan aman kapan saja dan di mana saja.
Saran Investasi Akhir
Apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli GBP? Jawabannya tergantung pada sudut pandang dan toleransi risiko Anda.
Trader jangka pendek: Kisaran 1,28-1,30 menawarkan peluang dengan risiko dan imbal hasil seimbang. Peristiwa kebijakan dan data ekonomi bisa memicu volatilitas, jadi kesiapan menghadapi risiko politik sangat penting.
Investor jangka menengah: Dengan spread suku bunga yang menguntungkan, membeli GBP di bawah 1,28 dan menjual di kisaran 1,32-1,35 bisa menguntungkan.
Investor jangka panjang: GBP telah rebound dari titik terendah 2022, tetapi masih jauh dari puncak 1,53 tahun 2015. Jika ekonomi Inggris stabil dan kebijakan moneter tetap hawkish, GBP berpotensi menguat lebih jauh. Tapi ini bergantung pada stabilitas politik dan fundamental ekonomi.
Intinya, keberhasilan investasi GBP tidak hanya soal arah pasar, tetapi juga pengelolaan risiko. Tetapkan stop loss yang rasional, sesuaikan posisi secara fleksibel, dan pantau perkembangan kebijakan secara ketat. Dengan perubahan lanskap ekonomi global di 2026, peluang dan risiko investasi GBP terus berkembang. Kunci utama adalah tetap waspada dan adaptif.