Hari ini adalah hari ke-612 saya menulis posting secara aktif, tanpa pernah terputus satu hari pun. Setiap tulisan bukan sekadar setengah hati, melainkan dipersiapkan dengan serius. [微笑] Jika kamu merasa saya orang yang serius, bisa berjalan bersamaku, dan saya juga berharap konten harian ini bisa membantumu. Dunia ini sangat besar, dan saya sangat kecil, klik mengikuti agar tidak sulit ditemukan. [微笑][微笑]
Hari ini saya ingin membahas tentang tidak suka mengirim pesan ucapan Tahun Baru. Tidak tahu sejak kapan, mengirim pesan massal saat Tahun Baru menjadi beban kecil di hati saya. Kita sepertinya terjebak dalam “kelelahan sosial”. Setiap menjelang akhir tahun, ponsel penuh dengan kalimat berulang yang indah dan idiom empat kata. Mereka sangat meriah, tetapi juga sangat asing. Kadang bahkan nama pun tidak sempat diubah, sebuah ucapan “salin tempel” dari satu orang, menyebar ke layar ribuan orang.
Saya tidak suka mengirim pesan ucapan Tahun Baru, bukan karena saya dingin, justru karena saya semakin menghargai bobot “koneksi”. Saya pernah berpikir, tidak mengirim pesan secara massal adalah malas; kemudian saya menyadari, saya takut pesan yang berlebihan akan mengurangi arti dari hubungan yang benar-benar layak diperlakukan serius. Perhatian yang tulus bukan sekadar titik merah yang menyala sebentar di ponsel saat Tahun Baru, tetapi meskipun tidak kontak selama setahun, saat bertemu lagi tetap bisa tersenyum dan bertanya “Apa kabar akhir-akhir ini?”. Jika saya tidak mengirim pesan padamu, bukan berarti saya lupa, melainkan saya memilih menyimpan doa yang paling tulus di hati.
Tahun baru yang baru, semoga kita lebih banyak bertemu secara tulus, dan lebih sedikit formalitas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
13
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GateUser-d3d18387
· 3jam yang lalu
Mendapat keberuntungan besar di Tahun Kuda 🐴, Mendapat keberuntungan besar di Tahun Kuda 🐴, Mendapat keberuntungan besar di Tahun Kuda 🐴
Lihat AsliBalas0
GateUser-19076b9a
· 3jam yang lalu
Selamat Tahun Baru 🧨, semoga tahun kuda membawa keberuntungan, segala urusan berjalan lancar, dan kekayaan mengalir deras.
Lihat AsliBalas0
GateUser-09fd9666
· 3jam yang lalu
Ini adalah berita yang sangat baik, terima kasih atas bagikanmu
Lihat AsliBalas0
GateUser-a94ccca2
· 3jam yang lalu
GT adalah Raja 👑, GT adalah Raja 👑, GT adalah Raja 👑
Lihat AsliBalas0
GateUser-15c3d3cd
· 3jam yang lalu
Selamat Tahun Baru, semoga tahun Kuda membawa keberuntungan, lancar dan mulus, semuanya berjalan dengan baik, keberuntungan selalu menyertai
Lihat AsliBalas0
BeYourOwnLight
· 3jam yang lalu
Selamat dan semoga keberuntungan selalu menyertai 🧧, selamat dan semoga keberuntungan selalu menyertai 🧧, selamat dan semoga keberuntungan selalu menyertai 🧧
Lihat AsliBalas0
LemonGreenTea
· 3jam yang lalu
Selamat Tahun Baru, semoga tahun Kuda membawa keberuntungan, lancar dan mulus, semuanya berjalan dengan baik, keberuntungan selalu menyertai
#我在Gate广场过新年
Hari ini adalah hari ke-612 saya menulis posting secara aktif, tanpa pernah terputus satu hari pun. Setiap tulisan bukan sekadar setengah hati, melainkan dipersiapkan dengan serius. [微笑] Jika kamu merasa saya orang yang serius, bisa berjalan bersamaku, dan saya juga berharap konten harian ini bisa membantumu. Dunia ini sangat besar, dan saya sangat kecil, klik mengikuti agar tidak sulit ditemukan. [微笑][微笑]
Hari ini saya ingin membahas tentang tidak suka mengirim pesan ucapan Tahun Baru. Tidak tahu sejak kapan, mengirim pesan massal saat Tahun Baru menjadi beban kecil di hati saya. Kita sepertinya terjebak dalam “kelelahan sosial”. Setiap menjelang akhir tahun, ponsel penuh dengan kalimat berulang yang indah dan idiom empat kata. Mereka sangat meriah, tetapi juga sangat asing. Kadang bahkan nama pun tidak sempat diubah, sebuah ucapan “salin tempel” dari satu orang, menyebar ke layar ribuan orang.
Saya tidak suka mengirim pesan ucapan Tahun Baru, bukan karena saya dingin, justru karena saya semakin menghargai bobot “koneksi”. Saya pernah berpikir, tidak mengirim pesan secara massal adalah malas; kemudian saya menyadari, saya takut pesan yang berlebihan akan mengurangi arti dari hubungan yang benar-benar layak diperlakukan serius. Perhatian yang tulus bukan sekadar titik merah yang menyala sebentar di ponsel saat Tahun Baru, tetapi meskipun tidak kontak selama setahun, saat bertemu lagi tetap bisa tersenyum dan bertanya “Apa kabar akhir-akhir ini?”. Jika saya tidak mengirim pesan padamu, bukan berarti saya lupa, melainkan saya memilih menyimpan doa yang paling tulus di hati.
Tahun baru yang baru, semoga kita lebih banyak bertemu secara tulus, dan lebih sedikit formalitas.