Saat memasuki pasar opsi, trader menghadapi pilihan mendasar: apakah Anda memulai posisi baru atau mengelola posisi yang sudah ada? Perbedaan ini terletak di inti pemahaman tentang buy to open versus buy to close—dua strategi yang menentukan bagaimana Anda masuk dan keluar dari pasar opsi. Perbedaan antara buy to open dan buy to close tidak hanya mempengaruhi pendekatan trading Anda tetapi juga risiko dan potensi keuntungan Anda.
Perbedaan Antara Membuka dan Menutup Posisi Opsi
Untuk memahami mengapa kedua strategi ini penting, Anda perlu memahami apa yang terjadi saat Anda membeli to open versus saat Anda membeli to close. Ketika Anda membeli to open, Anda menciptakan posisi kontrak baru yang sebelumnya tidak ada dalam portofolio Anda. Anda adalah pembeli yang memasuki pasar untuk pertama kalinya pada kontrak tersebut. Sebaliknya, ketika Anda membeli to close, Anda bukan membangun sesuatu yang baru—Anda menetralkan kewajiban yang sudah ada dengan membeli kontrak yang identik dengan yang sebelumnya Anda jual.
Bayangkan begini: buy to open adalah titik masuk Anda ke sebuah posisi. Buy to close adalah strategi keluar Anda. Perbedaan kedua pendekatan ini memengaruhi seluruh pengalaman trading Anda, mulai dari biaya hingga pendekatan manajemen risiko.
Bagaimana Kontrak Opsi Bekerja: Pemegang, Penulis, dan Market Maker
Sebelum menyelami lebih dalam strategi-strategi ini, mari kita tetapkan bagaimana opsi sebenarnya berfungsi. Kontrak opsi adalah derivatif—nilai kontraknya berasal dari aset dasar seperti saham. Kontrak ini memberi Anda hak (bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual aset tersebut pada harga tertentu (harga strike) pada tanggal tertentu (tanggal kedaluwarsa).
Setiap kontrak opsi melibatkan dua pihak: pemegang dan penulis. Pemegang membeli kontrak dan memiliki hak untuk melaksanakan opsi tersebut. Penulis menjual kontrak dan memiliki kewajiban untuk memenuhi syarat kontrak jika pemegang memutuskan untuk melaksanakan.
Pasar juga bergantung pada infrastruktur penting: clearing house dan market maker. Institusi pihak ketiga ini berada di antara semua pembeli dan penjual, menstandarkan transaksi dan memastikan semua pembayaran dan penerimaan berjalan melalui mereka. Mekanisme ini penting untuk memahami mengapa buy to close benar-benar berfungsi—karena Anda tidak membeli langsung dari penulis kontrak asli Anda. Anda membeli dari (dan menjual ke) pasar secara umum.
Buy to Open: Menetapkan Posisi Awal Anda
Buy to open sederhana dalam konsep: Anda membeli kontrak opsi baru dan memasuki posisi yang sebelumnya tidak ada. Penjual (penulis) menciptakan kontrak ini dan menjualnya kepada Anda dengan harga yang disebut premi. Setelah Anda memiliki kontrak ini, Anda mendapatkan semua haknya.
Ketika Anda membeli to open sebuah opsi call, Anda menyatakan pandangan bullish. Anda memperoleh hak untuk membeli aset dasar pada harga strike saat opsi kedaluwarsa. Misalnya, bayangkan sebuah saham teknologi diperdagangkan di $100. Anda membeli to open sebuah call dengan harga strike $110 yang kedaluwarsa dalam 30 hari, membayar premi $5. Anda bertaruh bahwa saham akan naik di atas $110. Jika iya, Anda dapat melaksanakan hak Anda untuk membeli di $110, meraih keuntungan.
Jika Anda membeli to open sebuah put, Anda menyatakan pandangan bearish. Anda memperoleh hak untuk menjual aset dasar pada harga strike. Menggunakan contoh saham yang sama, Anda mungkin membeli to open sebuah put dengan harga strike $90 seharga premi $5. Anda bertaruh bahwa saham akan turun di bawah $90. Jika iya, Anda dapat melaksanakan hak untuk menjual di $90, mendapatkan keuntungan dari penurunan harga.
Perbedaan utama adalah bahwa membeli to open menciptakan sinyal pasar baru dan menetapkan posisi baru di catatan Anda. Inilah sebabnya disebut “opening”—Anda secara harfiah membuka posisi baru.
Buy to Close: Menutup Posisi dan Mengelola Risiko
Buy to close beroperasi dengan logika yang sama sekali berbeda. Strategi ini digunakan ketika Anda sebelumnya telah menjual kontrak opsi dan sekarang ingin keluar dari posisi tersebut. Ketika Anda menjual kontrak, Anda menerima pembayaran di muka (premi) tetapi juga menanggung kewajiban.
Jika Anda menjual kontrak call, Anda berkewajiban menjual aset dasar pada harga strike jika pembeli melaksanakan. Jika harga aset naik secara signifikan, Anda bisa menghadapi kerugian besar. Jika Anda menjual kontrak put, Anda berkewajiban membeli aset dasar jika pembeli melaksanakan. Jika harga jatuh tajam, kewajiban ini menjadi mahal.
Untuk keluar dari kewajiban ini tanpa menunggu kedaluwarsa, Anda membeli to close. Anda membeli kontrak yang identik dan offset dari pasar. Begini mekanismenya: jika Anda menjual sebuah call dengan strike $50 dan saat ini diperdagangkan di $60, Anda terpapar kerugian $10 per saham. Dengan membeli to close sebuah kontrak call yang identik, Anda menciptakan posisi offset. Untuk setiap dolar yang Anda hutang ke pasar dari kontrak yang Anda jual, kontrak yang Anda beli membayar Anda satu dolar. Posisi ini saling meniadakan.
Ada satu catatan—premi yang Anda bayar untuk membeli to close kemungkinan besar akan melebihi premi yang Anda terima saat menjual kontrak awal, sehingga menutup posisi ini melibatkan biaya. Namun, biaya ini seringkali sepadan karena membatasi risiko Anda dan mengembalikan posisi ke kondisi netral.
Perbedaan Utama dalam Praktek: Kapan dan Mengapa Menggunakan Masing-Masing Strategi
Perbedaan mendasar antara buy to open dan buy to close terletak pada posisi Anda di pasar. Buy to open selalu digunakan saat Anda memulai sesuatu yang baru. Apakah Anda trader bullish yang membeli call atau trader bearish yang membeli put, Anda sedang membangun posisi awal.
Buy to close hanya relevan jika Anda sebelumnya telah menulis (menjual) kontrak opsi. Trader yang menjual covered call pada saham yang mereka miliki, atau yang menulis kontrak put dengan harapan aset bergerak sideways, menggunakan buy to close untuk keluar dari posisi short mereka sebelum kedaluwarsa.
Pertimbangkan juga implikasi biaya. Saat Anda membeli to open, biaya Anda hanya premi. Saat Anda membeli to close, biaya Anda adalah selisih antara premi yang sekarang Anda bayar dan premi yang Anda kumpulkan sebelumnya. Jika pasar bergerak melawan posisi jual awal Anda, Anda akan membayar lebih untuk menutup daripada yang Anda terima saat membuka.
Manajemen risiko juga menjadi perbedaan penting. Buy to open memungkinkan Anda mengendalikan risiko dari awal—Anda tahu kerugian maksimum Anda (premi yang dibayar). Buy to close adalah langkah defensif, cara mengelola risiko yang sudah Anda ciptakan dengan menjual kontrak.
Kesimpulan tentang Masuk dan Keluar dari Pasar Opsi
Memahami perbedaan antara buy to open dan buy to close adalah fondasi penting dalam trading opsi. Buy to open menciptakan posisi baru, baik bullish (call) maupun bearish (put). Buy to close menetralkan kewajiban penjualan sebelumnya, memungkinkan Anda keluar dari risiko sebelum kedaluwarsa. Kedua strategi ini memiliki tujuan berbeda dalam alat trader, dan menguasai kapan serta bagaimana menggunakannya dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan Anda mengelola posisi opsi secara efektif.
Ingat bahwa trading opsi melibatkan risiko dan kompleksitas yang substansial. Sebelum menerapkan salah satu strategi ini dengan modal nyata, pertimbangkan berkonsultasi dengan penasihat keuangan untuk memastikan pendekatan Anda sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan investasi Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami Perbedaan Antara Buy to Open dan Buy to Close
Saat memasuki pasar opsi, trader menghadapi pilihan mendasar: apakah Anda memulai posisi baru atau mengelola posisi yang sudah ada? Perbedaan ini terletak di inti pemahaman tentang buy to open versus buy to close—dua strategi yang menentukan bagaimana Anda masuk dan keluar dari pasar opsi. Perbedaan antara buy to open dan buy to close tidak hanya mempengaruhi pendekatan trading Anda tetapi juga risiko dan potensi keuntungan Anda.
Perbedaan Antara Membuka dan Menutup Posisi Opsi
Untuk memahami mengapa kedua strategi ini penting, Anda perlu memahami apa yang terjadi saat Anda membeli to open versus saat Anda membeli to close. Ketika Anda membeli to open, Anda menciptakan posisi kontrak baru yang sebelumnya tidak ada dalam portofolio Anda. Anda adalah pembeli yang memasuki pasar untuk pertama kalinya pada kontrak tersebut. Sebaliknya, ketika Anda membeli to close, Anda bukan membangun sesuatu yang baru—Anda menetralkan kewajiban yang sudah ada dengan membeli kontrak yang identik dengan yang sebelumnya Anda jual.
Bayangkan begini: buy to open adalah titik masuk Anda ke sebuah posisi. Buy to close adalah strategi keluar Anda. Perbedaan kedua pendekatan ini memengaruhi seluruh pengalaman trading Anda, mulai dari biaya hingga pendekatan manajemen risiko.
Bagaimana Kontrak Opsi Bekerja: Pemegang, Penulis, dan Market Maker
Sebelum menyelami lebih dalam strategi-strategi ini, mari kita tetapkan bagaimana opsi sebenarnya berfungsi. Kontrak opsi adalah derivatif—nilai kontraknya berasal dari aset dasar seperti saham. Kontrak ini memberi Anda hak (bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual aset tersebut pada harga tertentu (harga strike) pada tanggal tertentu (tanggal kedaluwarsa).
Setiap kontrak opsi melibatkan dua pihak: pemegang dan penulis. Pemegang membeli kontrak dan memiliki hak untuk melaksanakan opsi tersebut. Penulis menjual kontrak dan memiliki kewajiban untuk memenuhi syarat kontrak jika pemegang memutuskan untuk melaksanakan.
Pasar juga bergantung pada infrastruktur penting: clearing house dan market maker. Institusi pihak ketiga ini berada di antara semua pembeli dan penjual, menstandarkan transaksi dan memastikan semua pembayaran dan penerimaan berjalan melalui mereka. Mekanisme ini penting untuk memahami mengapa buy to close benar-benar berfungsi—karena Anda tidak membeli langsung dari penulis kontrak asli Anda. Anda membeli dari (dan menjual ke) pasar secara umum.
Buy to Open: Menetapkan Posisi Awal Anda
Buy to open sederhana dalam konsep: Anda membeli kontrak opsi baru dan memasuki posisi yang sebelumnya tidak ada. Penjual (penulis) menciptakan kontrak ini dan menjualnya kepada Anda dengan harga yang disebut premi. Setelah Anda memiliki kontrak ini, Anda mendapatkan semua haknya.
Ketika Anda membeli to open sebuah opsi call, Anda menyatakan pandangan bullish. Anda memperoleh hak untuk membeli aset dasar pada harga strike saat opsi kedaluwarsa. Misalnya, bayangkan sebuah saham teknologi diperdagangkan di $100. Anda membeli to open sebuah call dengan harga strike $110 yang kedaluwarsa dalam 30 hari, membayar premi $5. Anda bertaruh bahwa saham akan naik di atas $110. Jika iya, Anda dapat melaksanakan hak Anda untuk membeli di $110, meraih keuntungan.
Jika Anda membeli to open sebuah put, Anda menyatakan pandangan bearish. Anda memperoleh hak untuk menjual aset dasar pada harga strike. Menggunakan contoh saham yang sama, Anda mungkin membeli to open sebuah put dengan harga strike $90 seharga premi $5. Anda bertaruh bahwa saham akan turun di bawah $90. Jika iya, Anda dapat melaksanakan hak untuk menjual di $90, mendapatkan keuntungan dari penurunan harga.
Perbedaan utama adalah bahwa membeli to open menciptakan sinyal pasar baru dan menetapkan posisi baru di catatan Anda. Inilah sebabnya disebut “opening”—Anda secara harfiah membuka posisi baru.
Buy to Close: Menutup Posisi dan Mengelola Risiko
Buy to close beroperasi dengan logika yang sama sekali berbeda. Strategi ini digunakan ketika Anda sebelumnya telah menjual kontrak opsi dan sekarang ingin keluar dari posisi tersebut. Ketika Anda menjual kontrak, Anda menerima pembayaran di muka (premi) tetapi juga menanggung kewajiban.
Jika Anda menjual kontrak call, Anda berkewajiban menjual aset dasar pada harga strike jika pembeli melaksanakan. Jika harga aset naik secara signifikan, Anda bisa menghadapi kerugian besar. Jika Anda menjual kontrak put, Anda berkewajiban membeli aset dasar jika pembeli melaksanakan. Jika harga jatuh tajam, kewajiban ini menjadi mahal.
Untuk keluar dari kewajiban ini tanpa menunggu kedaluwarsa, Anda membeli to close. Anda membeli kontrak yang identik dan offset dari pasar. Begini mekanismenya: jika Anda menjual sebuah call dengan strike $50 dan saat ini diperdagangkan di $60, Anda terpapar kerugian $10 per saham. Dengan membeli to close sebuah kontrak call yang identik, Anda menciptakan posisi offset. Untuk setiap dolar yang Anda hutang ke pasar dari kontrak yang Anda jual, kontrak yang Anda beli membayar Anda satu dolar. Posisi ini saling meniadakan.
Ada satu catatan—premi yang Anda bayar untuk membeli to close kemungkinan besar akan melebihi premi yang Anda terima saat menjual kontrak awal, sehingga menutup posisi ini melibatkan biaya. Namun, biaya ini seringkali sepadan karena membatasi risiko Anda dan mengembalikan posisi ke kondisi netral.
Perbedaan Utama dalam Praktek: Kapan dan Mengapa Menggunakan Masing-Masing Strategi
Perbedaan mendasar antara buy to open dan buy to close terletak pada posisi Anda di pasar. Buy to open selalu digunakan saat Anda memulai sesuatu yang baru. Apakah Anda trader bullish yang membeli call atau trader bearish yang membeli put, Anda sedang membangun posisi awal.
Buy to close hanya relevan jika Anda sebelumnya telah menulis (menjual) kontrak opsi. Trader yang menjual covered call pada saham yang mereka miliki, atau yang menulis kontrak put dengan harapan aset bergerak sideways, menggunakan buy to close untuk keluar dari posisi short mereka sebelum kedaluwarsa.
Pertimbangkan juga implikasi biaya. Saat Anda membeli to open, biaya Anda hanya premi. Saat Anda membeli to close, biaya Anda adalah selisih antara premi yang sekarang Anda bayar dan premi yang Anda kumpulkan sebelumnya. Jika pasar bergerak melawan posisi jual awal Anda, Anda akan membayar lebih untuk menutup daripada yang Anda terima saat membuka.
Manajemen risiko juga menjadi perbedaan penting. Buy to open memungkinkan Anda mengendalikan risiko dari awal—Anda tahu kerugian maksimum Anda (premi yang dibayar). Buy to close adalah langkah defensif, cara mengelola risiko yang sudah Anda ciptakan dengan menjual kontrak.
Kesimpulan tentang Masuk dan Keluar dari Pasar Opsi
Memahami perbedaan antara buy to open dan buy to close adalah fondasi penting dalam trading opsi. Buy to open menciptakan posisi baru, baik bullish (call) maupun bearish (put). Buy to close menetralkan kewajiban penjualan sebelumnya, memungkinkan Anda keluar dari risiko sebelum kedaluwarsa. Kedua strategi ini memiliki tujuan berbeda dalam alat trader, dan menguasai kapan serta bagaimana menggunakannya dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan Anda mengelola posisi opsi secara efektif.
Ingat bahwa trading opsi melibatkan risiko dan kompleksitas yang substansial. Sebelum menerapkan salah satu strategi ini dengan modal nyata, pertimbangkan berkonsultasi dengan penasihat keuangan untuk memastikan pendekatan Anda sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan investasi Anda.