Apakah Kepresidenan Trump Tahun 2025 Mempengaruhi Keruntuhan Pasar Saham? Melihat Data dari 2026

Ketika seorang presiden baru menjabat, investor segera mulai berspekulasi tentang apa artinya bagi portofolio mereka. Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, dan sejak saat itu banyak orang bertanya apakah kebijakannya secara langsung memicu volatilitas pasar saham tahun itu. Kenyataannya, berdasarkan data historis dan mekanisme pasar, menceritakan kisah yang lebih bernuansa daripada sekadar menyalahkan.

Banyak investor secara naluriah mengaitkan kinerja presiden dengan kinerja pasar saham. Ketika pasar naik, pendukung memuji presiden yang sedang menjabat. Ketika pasar turun, kritikus menunjuk jari ke pemerintahan. Namun, kerangka ini secara fundamental salah. Pasar saham beroperasi berdasarkan kekuatan kompleks yang jauh di luar kendali presiden — mulai dari kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh Federal Reserve hingga kondisi ekonomi global dan pertumbuhan laba perusahaan.

Administrasi Pertama Trump Memberikan Hasil Campuran — Tapi Tidak Sesederhana Judul Berita Mengatakan

Untuk memahami apa yang terjadi di masa jabatan kedua Trump, membantu untuk meninjau rekam jejak administrasi pertamanya. Indeks S&P 500 mencapai pengembalian kumulatif sebesar 83% dari 2017 hingga 2020, meskipun mengalami dua penurunan signifikan: sekitar 15% di akhir 2018 dan penurunan dramatis sebesar 35% di awal 2020.

Tapi apakah penurunan ini benar-benar disebabkan oleh kebijakan presiden? Pada 2018, Federal Reserve menaikkan suku bunga secara agresif, dan saham diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (P/E) yang tinggi — jauh di atas rata-rata historis. Faktor-faktor ini, bukan tindakan presiden, yang mendorong koreksi tersebut. Kejatuhan tahun 2020 berasal dari COVID-19, sebuah krisis yang sama sekali di luar pengaruh pemerintahan mana pun. Jika ada, stimulus dari Kongres dan Federal Reserve — bukan Trump secara spesifik — membantu memicu pemulihan cepat di akhir tahun itu.

Pola Kejatuhan Pasar Saham Sejarah Mengungkapkan Apa yang Sebenarnya Diharapkan

Selama seabad terakhir, pasar saham mengalami sekitar 10 kejatuhan besar di mana S&P 500 turun 20% atau lebih. Itu berarti sekitar satu kejatuhan besar setiap 10 tahun, meskipun tidak dengan waktu yang sempurna. Ketidakpastian ini sudah tertanam dalam pasar bebas.

Dari sudut pandang probabilistik murni, ada sekitar 10% peluang tahunan terjadinya kejatuhan 20%+ di tahun tertentu. Risiko dasar ini ada terlepas dari siapa yang duduk di Oval Office. Presiden adalah salah satu dari ribuan variabel yang mempengaruhi pasar — dan biasanya yang paling kecil pengaruhnya.

Valuasi Tahun 2025 Membuat Kejatuhan Pasar Lebih Mungkin Daripada Biasanya

Ketika Trump menjabat pada 2025, S&P 500 diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba rata-rata sebesar 30 — mendekati level tertinggi sepanjang masa. Valuasi yang tinggi ini memiliki implikasi nyata. Jika rasio tersebut kembali ke rata-rata jangka panjang sekitar 20, itu saja sudah akan menjadi koreksi lebih dari 20%, terlepas dari kebijakan presiden.

Kita menyaksikan dinamika ini berlangsung sepanjang 2025. Nvidia, yang pernah menjadi perusahaan terbesar di dunia, mengalami penjualan tajam yang didorong oleh kekhawatiran gangguan di sektor AI. Koreksi pasar muncul bukan dari kebijakan pemerintahan Trump, tetapi dari mekanisme dasar valuasi yang kembali ke tingkat yang lebih berkelanjutan.

Apa yang Sebenarnya Diajarkan Tahun 2025 tentang Pengaruh Presiden terhadap Pasar

Sekarang kita di tahun 2026 dan dapat melihat kembali tahun 2025 dengan sudut pandang hindsight, satu pelajaran penting muncul: masa jabatan Trump memiliki dampak langsung yang minimal terhadap pergerakan pasar saham. Ketika pasar turun, itu bukan karena kebijakan baru — melainkan karena valuasi perlu disesuaikan. Ketika pasar naik, itu mencerminkan pertumbuhan laba dan sentimen investor, bukan perintah eksekutif.

Presiden dari kedua partai cenderung mengklaim kredit atas kenaikan pasar dan menyalahkan pemerintahan atas penurunan. Jangan tertipu. Valuasi awal yang diwariskan presiden, siklus ekonomi global, kebijakan Fed, dan kinerja perusahaan individu jauh lebih penting. Trump tidak terkecuali dari aturan ini.

Jika Anda menyaksikan pasar saham jatuh, melambung, atau datar sepanjang 2025, ingatlah: presiden menarik lebih sedikit kendali daripada yang disampaikan headline. Investor yang memahami kenyataan ini membuat keputusan yang lebih baik daripada mereka yang tidak.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)