Pada 1 Januari 2026, Inggris meluncurkan kerangka pelaporan aset kripto (CARF) yang baru, menandai titik balik penting dalam regulasi aset digital. Penerapan ini langsung menarik perhatian institusi keuangan besar dunia, yang berkumpul dalam Forum Aset Digital London (DAF3) untuk membahas implikasi regulasi dan peluang adopsi institusional yang ditawarkan oleh inovasi ini.
Implementasi yang Mendorong Diskusi Regulasi
Menurut analisis dari NS3.AI, arsitektur regulasi baru ini datang pada waktu yang strategis bagi sektor tersebut. DAF3 telah mengumpulkan para pelaku utama di bidang keuangan untuk mendiskusikan kejelasan yang diberikan oleh CARF dan potensi manfaatnya dalam mendorong adopsi teknologi blockchain secara lebih luas di tingkat institusional. Konsolidasi para ahli ini menyoroti pentingnya kejelasan regulasi yang semakin meningkat dalam ekosistem aset kripto internasional.
London Menegaskan Posisinya sebagai Pusat Utama Blockchain
Inggris secara bertahap memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan penting untuk aset digital. Ambisi ini didukung oleh langkah-langkah regulasi yang mendukung, termasuk laboratorium uji coba regulasi yang diluncurkan oleh Otoritas Pengatur Keuangan (FCA) yang secara khusus ditujukan untuk stablecoin. Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan keinginan Inggris untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi teknologi sambil menjaga pengawasan yang hati-hati.
Investasi Institusional Membentuk Masa Depan Aset Digital
Indikator utama dari dinamika pasar Inggris terletak pada komposisi investasi: lebih dari 70% modal yang diinvestasikan dalam aset digital Inggris kini berasal dari investor institusional. Dominasi aliran dana institusional ini mencerminkan kepercayaan yang semakin besar dari para pelaku keuangan utama terhadap infrastruktur regulasi Inggris. Para pengamat memperkirakan adanya kebijakan tambahan yang bertujuan memperkuat sinergi antara pasar modal Amerika dan Inggris, membuka jalan bagi kolaborasi transatlantik yang lebih erat di bidang aset digital.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Para ahli berdiskusi tentang kerangka pengaturan aset kripto di Inggris
Pada 1 Januari 2026, Inggris meluncurkan kerangka pelaporan aset kripto (CARF) yang baru, menandai titik balik penting dalam regulasi aset digital. Penerapan ini langsung menarik perhatian institusi keuangan besar dunia, yang berkumpul dalam Forum Aset Digital London (DAF3) untuk membahas implikasi regulasi dan peluang adopsi institusional yang ditawarkan oleh inovasi ini.
Implementasi yang Mendorong Diskusi Regulasi
Menurut analisis dari NS3.AI, arsitektur regulasi baru ini datang pada waktu yang strategis bagi sektor tersebut. DAF3 telah mengumpulkan para pelaku utama di bidang keuangan untuk mendiskusikan kejelasan yang diberikan oleh CARF dan potensi manfaatnya dalam mendorong adopsi teknologi blockchain secara lebih luas di tingkat institusional. Konsolidasi para ahli ini menyoroti pentingnya kejelasan regulasi yang semakin meningkat dalam ekosistem aset kripto internasional.
London Menegaskan Posisinya sebagai Pusat Utama Blockchain
Inggris secara bertahap memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan penting untuk aset digital. Ambisi ini didukung oleh langkah-langkah regulasi yang mendukung, termasuk laboratorium uji coba regulasi yang diluncurkan oleh Otoritas Pengatur Keuangan (FCA) yang secara khusus ditujukan untuk stablecoin. Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan keinginan Inggris untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi teknologi sambil menjaga pengawasan yang hati-hati.
Investasi Institusional Membentuk Masa Depan Aset Digital
Indikator utama dari dinamika pasar Inggris terletak pada komposisi investasi: lebih dari 70% modal yang diinvestasikan dalam aset digital Inggris kini berasal dari investor institusional. Dominasi aliran dana institusional ini mencerminkan kepercayaan yang semakin besar dari para pelaku keuangan utama terhadap infrastruktur regulasi Inggris. Para pengamat memperkirakan adanya kebijakan tambahan yang bertujuan memperkuat sinergi antara pasar modal Amerika dan Inggris, membuka jalan bagi kolaborasi transatlantik yang lebih erat di bidang aset digital.