Petunjuk terbaru menunjukkan bahwa Federal Reserve sedang mempertimbangkan langkah yang belum pernah dilakukan di abad ini - menjual dolar dan membeli yen Jepang. Isyarat kuat ini muncul melalui pengujian suku bunga di cabang New York, yang biasanya merupakan langkah awal sebelum intervensi langsung di pasar valuta asing. Perkembangan ini mencerminkan perubahan tajam dalam kebijakan moneter AS untuk mendukung mata uang alternatif.
Intervensi semacam ini jarang terjadi dan memiliki sejarah terbukti memberikan dampak positif pada pasar global. Ketika otoritas moneter bergerak secara agresif untuk memperbaiki ketidakseimbangan di pasar valuta asing, biasanya diikuti oleh gelombang kenaikan yang kuat di aset risiko termasuk pasar keuangan berkembang.
Pengujian Suku Bunga: Langkah serius menuju intervensi pasar
Ini bukan sekadar isyarat sementara, melainkan langkah nyata menuju intervensi yang efektif. Ketika Federal Reserve melakukan pengujian suku bunga, itu berarti para pejabat sedang menyiapkan alat untuk intervensi langsung. Tujuannya jelas: menyuntikkan likuiditas baru ke dalam sistem keuangan global dengan melemahkan dolar dan memperkuat mata uang lain.
Jenis intervensi ini biasanya membutuhkan koordinasi internasional dan kemauan politik yang kuat, tetapi indikator saat ini menunjukkan bahwa Washington siap untuk langkah berani ini.
Jepang dalam Krisis Sejarah: Lemahnya Yen dan Pasar Global
Jepang menghadapi tekanan ekonomi yang beragam yang memaksanya mencari solusi fundamental. Yen Jepang terus melemah selama beberapa tahun terakhir, sementara hasil obligasi melonjak ke level tertinggi dalam satu dekade. Pada saat yang sama, Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat yang menambah tekanan pada ekonomi Jepang dan pasar global secara bersamaan.
Tokyo telah berusaha mempertahankan mata uangnya di saat-saat kritis—pada 2022 dan sekali lagi pada 2024—namun upaya unilateral tersebut hanya menghasilkan hasil sementara. Bahkan intervensi langsung pada Juli 2024 hanya bertahan sebentar, menunjukkan bahwa masalahnya lebih dalam dan membutuhkan kerjasama internasional yang nyata.
Pelajaran Sejarah: Kapan pertahanan mata uang berhasil
Sejarah ekonomi memberikan pelajaran yang jelas dalam hal ini. Ketika satu negara bergerak sendiri untuk mendukung mata uangnya, usaha tersebut sering gagal atau hanya menghasilkan hasil terbatas. Tetapi ketika dua kekuatan ekonomi besar bergerak bersama—seperti Jepang dan AS—hasilnya bisa sangat berbeda.
Dua contoh sejarah yang mencerminkan hal ini secara jelas:
Perjanjian Plaza 1985: Ketika negara-negara industri utama sepakat melemahkan dolar AS secara terkoordinasi, mata uang AS turun sekitar 50 persen dalam dua tahun saja. Setelahnya, terjadi kenaikan yang kuat pada emas, komoditas, dan pasar keuangan global.
Krisis Keuangan Asia 1998: Ketika kekuatan ekonomi besar berintervensi bersama untuk mendukung pasar berkembang, mereka mampu menghentikan keruntuhan dan mendorong pasar menuju pemulihan.
Sejarah-sejarah ini menunjukkan bahwa intervensi terkoordinasi antara Washington dan Tokyo akan menghasilkan hasil nyata. Hasil yang diharapkan: melemahnya dolar, peningkatan likuiditas global, dan gelombang kenaikan di aset risiko.
Bitcoin di tengah risiko jangka pendek dan peluang jangka panjang
Untuk pasar kripto dan Bitcoin secara khusus, gambaran ini kompleks dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang dinamika saat ini.
Korelasi pasar saat ini:
Terdapat korelasi terbalik yang kuat antara Bitcoin dan dolar AS—ketika dolar melemah, Bitcoin cenderung naik. Sebaliknya, terdapat korelasi positif yang kuat antara Bitcoin dan yen Jepang, di mana kekuatan yen mendorong modal menuju aset risiko.
Saat ini, korelasi antara Bitcoin dan yen mendekati level tertinggi dalam sejarah, yang berarti pergerakan yen akan meninggalkan jejak mendalam pada harga Bitcoin.
Tantangan jangka pendek:
Namun ada sisi gelap yang perlu diperhatikan. Ratusan miliar dolar yang diinvestasikan dalam carry trades yen—strategi investasi yang bergantung pada meminjam yen dengan suku bunga rendah dan menginvestasikan di aset lain—masih ada. Ketika yen tiba-tiba menguat, investor dipaksa untuk menutup posisi mereka—termasuk menjual saham dan aset kripto untuk melunasi pinjaman.
Kita menyaksikan skenario ini dengan jelas pada Agustus 2024: kenaikan kecil suku bunga yen menyebabkan penguatan cepat mata uang tersebut, memaksa trader melakukan penutupan posisi secara massal. Bitcoin turun dari 64 ribu dolar ke 49 ribu dolar dalam waktu hanya enam hari. Seluruh pasar kripto kehilangan sekitar 600 miliar dolar selama periode itu.
Peluang jangka panjang:
Namun, dalam jangka panjang, gambaran ini berbeda sama sekali. Jika Federal Reserve benar-benar melakukan intervensi dan melemahkan dolar secara terkoordinasi dengan Jepang, pasar akan mengalami transformasi besar:
Dolar melemah berarti peningkatan likuiditas global
Likuiditas meningkat mendorong modal ke aset alternatif dan risiko
Bitcoin adalah salah satu aset langka yang belum sepenuhnya dihargai dalam menghadapi penurunan nilai mata uang fiat
Bitcoin saat ini jauh dari puncaknya di 2025, yang berarti ada ruang besar untuk kenaikan. Jika intervensi nyata dari Fed terjadi, mata uang digital pertama ini bisa mengalami lonjakan kenaikan yang signifikan.
Kesimpulan: Peluang ekonomi luar biasa yang sedang muncul
Isyarat kuat dari Federal Reserve ini bisa menjadi titik balik nyata di pasar global. Dalam jangka pendek, kita mungkin akan melihat volatilitas dan tekanan pada kripto akibat dinamika yen. Tetapi dalam jangka panjang, intervensi ini akan membawa dampak positif yang mendalam.
Ketika dolar benar-benar melemah dan likuiditas global meningkat, modal akan mengalir ke aset alternatif—dan secara historis, kripto adalah salah satu yang paling diuntungkan dari perubahan semacam ini. Periode ini berpotensi menjadi salah satu peluang ekonomi terbesar di tahun 2026 dan seterusnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pemberitahuan Kuat dari Federal Reserve: Perubahan Kebijakan Dolar Bisa Mengguncang Pasar Kripto
Petunjuk terbaru menunjukkan bahwa Federal Reserve sedang mempertimbangkan langkah yang belum pernah dilakukan di abad ini - menjual dolar dan membeli yen Jepang. Isyarat kuat ini muncul melalui pengujian suku bunga di cabang New York, yang biasanya merupakan langkah awal sebelum intervensi langsung di pasar valuta asing. Perkembangan ini mencerminkan perubahan tajam dalam kebijakan moneter AS untuk mendukung mata uang alternatif.
Intervensi semacam ini jarang terjadi dan memiliki sejarah terbukti memberikan dampak positif pada pasar global. Ketika otoritas moneter bergerak secara agresif untuk memperbaiki ketidakseimbangan di pasar valuta asing, biasanya diikuti oleh gelombang kenaikan yang kuat di aset risiko termasuk pasar keuangan berkembang.
Pengujian Suku Bunga: Langkah serius menuju intervensi pasar
Ini bukan sekadar isyarat sementara, melainkan langkah nyata menuju intervensi yang efektif. Ketika Federal Reserve melakukan pengujian suku bunga, itu berarti para pejabat sedang menyiapkan alat untuk intervensi langsung. Tujuannya jelas: menyuntikkan likuiditas baru ke dalam sistem keuangan global dengan melemahkan dolar dan memperkuat mata uang lain.
Jenis intervensi ini biasanya membutuhkan koordinasi internasional dan kemauan politik yang kuat, tetapi indikator saat ini menunjukkan bahwa Washington siap untuk langkah berani ini.
Jepang dalam Krisis Sejarah: Lemahnya Yen dan Pasar Global
Jepang menghadapi tekanan ekonomi yang beragam yang memaksanya mencari solusi fundamental. Yen Jepang terus melemah selama beberapa tahun terakhir, sementara hasil obligasi melonjak ke level tertinggi dalam satu dekade. Pada saat yang sama, Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat yang menambah tekanan pada ekonomi Jepang dan pasar global secara bersamaan.
Tokyo telah berusaha mempertahankan mata uangnya di saat-saat kritis—pada 2022 dan sekali lagi pada 2024—namun upaya unilateral tersebut hanya menghasilkan hasil sementara. Bahkan intervensi langsung pada Juli 2024 hanya bertahan sebentar, menunjukkan bahwa masalahnya lebih dalam dan membutuhkan kerjasama internasional yang nyata.
Pelajaran Sejarah: Kapan pertahanan mata uang berhasil
Sejarah ekonomi memberikan pelajaran yang jelas dalam hal ini. Ketika satu negara bergerak sendiri untuk mendukung mata uangnya, usaha tersebut sering gagal atau hanya menghasilkan hasil terbatas. Tetapi ketika dua kekuatan ekonomi besar bergerak bersama—seperti Jepang dan AS—hasilnya bisa sangat berbeda.
Dua contoh sejarah yang mencerminkan hal ini secara jelas:
Perjanjian Plaza 1985: Ketika negara-negara industri utama sepakat melemahkan dolar AS secara terkoordinasi, mata uang AS turun sekitar 50 persen dalam dua tahun saja. Setelahnya, terjadi kenaikan yang kuat pada emas, komoditas, dan pasar keuangan global.
Krisis Keuangan Asia 1998: Ketika kekuatan ekonomi besar berintervensi bersama untuk mendukung pasar berkembang, mereka mampu menghentikan keruntuhan dan mendorong pasar menuju pemulihan.
Sejarah-sejarah ini menunjukkan bahwa intervensi terkoordinasi antara Washington dan Tokyo akan menghasilkan hasil nyata. Hasil yang diharapkan: melemahnya dolar, peningkatan likuiditas global, dan gelombang kenaikan di aset risiko.
Bitcoin di tengah risiko jangka pendek dan peluang jangka panjang
Untuk pasar kripto dan Bitcoin secara khusus, gambaran ini kompleks dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang dinamika saat ini.
Korelasi pasar saat ini:
Terdapat korelasi terbalik yang kuat antara Bitcoin dan dolar AS—ketika dolar melemah, Bitcoin cenderung naik. Sebaliknya, terdapat korelasi positif yang kuat antara Bitcoin dan yen Jepang, di mana kekuatan yen mendorong modal menuju aset risiko.
Saat ini, korelasi antara Bitcoin dan yen mendekati level tertinggi dalam sejarah, yang berarti pergerakan yen akan meninggalkan jejak mendalam pada harga Bitcoin.
Tantangan jangka pendek:
Namun ada sisi gelap yang perlu diperhatikan. Ratusan miliar dolar yang diinvestasikan dalam carry trades yen—strategi investasi yang bergantung pada meminjam yen dengan suku bunga rendah dan menginvestasikan di aset lain—masih ada. Ketika yen tiba-tiba menguat, investor dipaksa untuk menutup posisi mereka—termasuk menjual saham dan aset kripto untuk melunasi pinjaman.
Kita menyaksikan skenario ini dengan jelas pada Agustus 2024: kenaikan kecil suku bunga yen menyebabkan penguatan cepat mata uang tersebut, memaksa trader melakukan penutupan posisi secara massal. Bitcoin turun dari 64 ribu dolar ke 49 ribu dolar dalam waktu hanya enam hari. Seluruh pasar kripto kehilangan sekitar 600 miliar dolar selama periode itu.
Peluang jangka panjang:
Namun, dalam jangka panjang, gambaran ini berbeda sama sekali. Jika Federal Reserve benar-benar melakukan intervensi dan melemahkan dolar secara terkoordinasi dengan Jepang, pasar akan mengalami transformasi besar:
Bitcoin saat ini jauh dari puncaknya di 2025, yang berarti ada ruang besar untuk kenaikan. Jika intervensi nyata dari Fed terjadi, mata uang digital pertama ini bisa mengalami lonjakan kenaikan yang signifikan.
Kesimpulan: Peluang ekonomi luar biasa yang sedang muncul
Isyarat kuat dari Federal Reserve ini bisa menjadi titik balik nyata di pasar global. Dalam jangka pendek, kita mungkin akan melihat volatilitas dan tekanan pada kripto akibat dinamika yen. Tetapi dalam jangka panjang, intervensi ini akan membawa dampak positif yang mendalam.
Ketika dolar benar-benar melemah dan likuiditas global meningkat, modal akan mengalir ke aset alternatif—dan secara historis, kripto adalah salah satu yang paling diuntungkan dari perubahan semacam ini. Periode ini berpotensi menjadi salah satu peluang ekonomi terbesar di tahun 2026 dan seterusnya.
Data terkini untuk aset utama: