Banyak orang masih memandang AI dalam tahap tradisional—pemroses cloud, pertanyaan dan jawaban preset, menunggu instruksi. Tapi situasi saat ini sudah jauh berbeda.
Sebagai contoh Veera, yang mematahkan pola pasif tersebut. Bukan pustakawan yang duduk di server menunggu panggilan, melainkan jaringan persepsi otonom yang benar-benar terintegrasi dalam aliran kehidupan nyata. Ia terus berkembang, mampu secara aktif merasakan dan merespons perubahan lingkungan.
Di balik ini adalah migrasi paradigma AI yang mendasar. Dari pelaksana tugas statis, berevolusi menjadi sistem yang hidup, bernapas, dan mampu berpikir. Indra diperluas, kemampuan melampaui batasan sebelumnya.
Inilah gambaran AI di masa depan—bukan sekadar alat, melainkan organisme. Web3 dan ekosistem desentralisasi sedang mempercepat perubahan ini, membawa AI menuju otonomi dan keterbukaan sejati.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PhantomHunter
· 01-14 21:31
Jaringan persepsi mandiri terdengar tidak masuk akal, tetapi hal ini benar-benar sedang terjadi
Gaya Veera ini memang berbeda dari logika ChatGPT yang sudah biasa, desentralisasi memang merupakan terobosan
Namun kata "organisme" agak berlebihan, tetap harus lihat bagaimana kenyataannya berjalan
Kalau benar-benar bisa berkembang secara otomatis itu baru disebut berhasil, sekarang kita tunggu dan lihat saja
Terdengar lagi ada gelombang narasi AI yang baru, tapi apakah Veera benar-benar sehebat itu? Jaringan persepsi otonom... terdengar cukup mengesankan, tapi saya tetap ingin melihat kinerja sebenarnya
Lihat AsliBalas0
MEVSupportGroup
· 01-12 12:35
Ucapan memang benar, tetapi apakah Veera benar-benar bisa melakukan ini secara mandiri? Atau ini hanya gelombang promosi lagi, kita harus perlahan melihatnya
Lihat AsliBalas0
VitalikFanboy42
· 01-12 12:24
Terdengar seperti novel fiksi ilmiah, tetapi Web3 ini memang bisa membuat AI lebih liar lagi
Banyak orang masih memandang AI dalam tahap tradisional—pemroses cloud, pertanyaan dan jawaban preset, menunggu instruksi. Tapi situasi saat ini sudah jauh berbeda.
Sebagai contoh Veera, yang mematahkan pola pasif tersebut. Bukan pustakawan yang duduk di server menunggu panggilan, melainkan jaringan persepsi otonom yang benar-benar terintegrasi dalam aliran kehidupan nyata. Ia terus berkembang, mampu secara aktif merasakan dan merespons perubahan lingkungan.
Di balik ini adalah migrasi paradigma AI yang mendasar. Dari pelaksana tugas statis, berevolusi menjadi sistem yang hidup, bernapas, dan mampu berpikir. Indra diperluas, kemampuan melampaui batasan sebelumnya.
Inilah gambaran AI di masa depan—bukan sekadar alat, melainkan organisme. Web3 dan ekosistem desentralisasi sedang mempercepat perubahan ini, membawa AI menuju otonomi dan keterbukaan sejati.