Goldman Sachs Memikirkan Ulang Waktu Perubahan Kebijakan Fed

image

Sumber: CryptoNewsNet Judul Asli: Goldman Sachs Rethinks the Timing of Fed Policy Shifts Tautan Asli: https://cryptonews.net/news/legal/32261326/ Wall Street mengalami pergeseran besar pada Jumat pagi setelah Goldman Sachs mengubah pandangannya tentang kebijakan moneter Federal Reserve di masa depan. Goldman menunda proyeksi kenaikan suku bunga Federal Reserve di masa depan hingga 2023 berdasarkan kepercayaan yang lebih besar bahwa ekonomi akan pulih dari pandemi. Perubahan dalam proyeksi Goldman ini secara signifikan mempengaruhi cara investor, perusahaan, dan peserta pasar keuangan lainnya memandang suku bunga di masa depan.

Goldman kini memproyeksikan bahwa Federal Reserve akan memulai siklus pelonggaran pada Juni, dengan potensi pemotongan kedua yang mungkin terjadi pada September. Setiap pemotongan akan mengurangi suku bunga sebesar 25 basis poin, menjaga pendekatan yang bertahap dan terkendali. Selain itu, estimasi revisi Goldman telah mengurangi risiko resesi di AS sekitar 10%.

Mengapa Goldman Sachs Mengubah Pandangannya tentang Pemotongan Suku Bunga Federal Reserve

Pandangan terbaru ini berasal dari data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Pengeluaran konsumen tetap kokoh meskipun biaya pinjaman meningkat, dan pasar tenaga kerja terus menunjukkan ketahanan di berbagai sektor utama.

Inflasi telah menurun lebih cepat dari yang diperkirakan tanpa merusak momentum pertumbuhan. Tren ini memberi pembuat kebijakan lebih banyak fleksibilitas untuk menunda tindakan. Goldman Sachs percaya bahwa Federal Reserve dapat bersabar tanpa risiko ketidakstabilan keuangan.

Apa Signifikansi Outlook Suku Bunga Fed Baru untuk 2026

Goldman Sachs kini memperkirakan suku bunga dana federal akan berakhir di kisaran 3% hingga 3,25% pada 2026. Rentang ini menunjukkan proses normalisasi yang lebih lambat dibandingkan proyeksi sebelumnya, yang mengindikasikan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi jangka panjang. Federal Reserve bertujuan menjaga suku bunga cukup ketat untuk mengendalikan inflasi sambil menghindari tekanan yang tidak perlu terhadap pertumbuhan.

Outlook suku bunga dana federal ini juga mencerminkan kondisi global. Bank sentral di seluruh dunia tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian geopolitik dan pemulihan yang tidak merata. Goldman percaya bahwa Fed akan bergerak hati-hati untuk menghindari arus modal yang tidak stabil.

Bagaimana Perkiraan Goldman Sachs Mencerminkan Kekuatan Ekonomi

Menurut estimasi Goldman Sachs, kita harus mengharapkan fondasi ekonomi yang tetap kuat. Pertumbuhan upah secara keseluruhan tetap positif tanpa menyebabkan tekanan inflasi yang meningkat. Pendapatan dari perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di bursa terus mengejutkan ke atas dibandingkan ekspektasi, dan produksi manufaktur mulai stabil setelah periode kontraksi.

Tanda-tanda positif ini mengurangi kebutuhan Federal Reserve untuk segera bertindak terhadap suku bunga, memungkinkan mereka lebih bersabar dan menunggu disinflasi yang berkelanjutan. Goldman Sachs juga mencatat bahwa pasar keuangan secara keseluruhan telah membaik, pasar kredit berfungsi dengan baik, dan kondisi likuiditas tidak menunjukkan stres.

Apa Artinya Ini bagi Bisnis dan Konsumen

Bisnis mungkin menghadapi biaya pembiayaan yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, dan keputusan pengeluaran modal bisa tetap berhati-hati hingga pertengahan 2026. Konsumen mungkin tidak langsung merasakan kelegaan dalam biaya pinjaman, karena suku bunga hipotek dan kredit mungkin tetap tinggi, mempengaruhi permintaan perumahan.

Namun, pertumbuhan yang stabil mendukung keamanan pekerjaan dan stabilitas pendapatan, membantu mengimbangi dampak penundaan pemotongan suku bunga. Goldman Sachs percaya bahwa pelonggaran secara bertahap menghindari guncangan ekonomi dan mendukung ekspansi yang berkelanjutan daripada stimulus jangka pendek.

Jalan Lebih Percaya Diri untuk Kebijakan Moneter

Pergeseran ini menyoroti meningkatnya kepercayaan terhadap ekonomi AS. Pembuat kebijakan tidak lagi merasa perlu terburu-buru dalam intervensi, dan pemotongan suku bunga Federal Reserve kini tampak lebih strategis. Goldman Sachs memperkirakan pendekatan sabar ini akan mendukung stabilitas jangka panjang, dengan risiko resesi AS yang lebih rendah memperkuat pandangan ini. Pendekatan yang terukur memungkinkan pengendalian inflasi tanpa mengganggu pertumbuhan, dan meskipun pasar mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, kejelasan yang meningkat membantu mengurangi ketidakpastian seiring waktu.

Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)