Awal tahun baru, pergerakan XRP tidak melanjutkan suasana meriah liburan. Sejak mencapai puncak tahap 2.41 dolar pada 5 Januari, harganya pun mengalami koreksi.
Hingga 12 Januari, harga XRP terakhir dilaporkan sebesar 2.0992 dolar. Harga ini tidak hanya turun secara signifikan dari puncak tahunan, tetapi juga mencerminkan suasana pasar yang dalam satu minggu berubah dari optimisme menjadi hati-hati.
01 Ikhtisar Pergerakan Pasar
Memasuki tahun 2026, pasar kripto gagal melanjutkan tren lintas tahun, dan pergerakan harga XRP menjadi contoh yang khas. Setelah mengalami kenaikan berturut-turut selama lima hari pertama tahun baru, XRP pada 5 Januari mengalami lonjakan harian yang mencengangkan, melonjak dari 2.08 dolar ke 2.36 dolar.
Keesokan harinya, XRP sempat menyentuh puncak 2.41 dolar, yang merupakan tertinggi sejak pertengahan November 2025. Namun, suasana optimisme pasar tidak bertahan lama, dan harga pun berbalik turun.
Menurut data terbaru dari Yahoo Finance pada 12 Januari, harga XRP telah kembali ke 2.0992 dolar, dengan volume perdagangan hari itu mencapai 2,36 miliar.
Data kunci harga XRP terbaru dalam beberapa hari terakhir ditunjukkan dalam tabel berikut:
Tanggal
Harga Pembukaan (USD)
Harga Tertinggi (USD)
Harga Terendah (USD)
Harga Penutupan (USD)
Volume
12 Januari 2026
2.0709
2.1006
2.0378
2.0992
2.358.733.312
9 Januari 2026
2.1221
2.1549
2.0741
2.0916
3.557.900.155
6 Januari 2026
2.3488
2.4103
2.2103
2.3069
7.823.657.946
5 Januari 2026
2.0900
2.3607
2.0886
2.3488
6.262.857.427
02 Sinyal Peringatan
Titik balik pasar sering kali dapat dideteksi. Data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan adanya sinyal bearish yang jelas: sekitar 2.692.600.000 XRP disimpan di bursa Binance.
Penambahan cadangan di bursa biasanya dianggap sebagai sinyal peringatan awal. Ini menunjukkan bahwa pemilik mungkin berencana menjual aset mereka, yang dapat menjadi indikator potensi penurunan harga lebih lanjut.
“Cadangan bursa adalah indikator utama untuk mengukur likuiditas dan aksesibilitas, tetapi mereka juga sering menandakan bahwa tren harga aset terkait akan menghadapi hambatan,” ujar seorang pengamat pasar.
Meskipun dalam 24 jam terakhir, cadangan XRP di Binance hanya meningkat tipis sebesar 0,30%, jumlah absolutnya sudah cukup besar. Ini mengindikasikan bahwa trader mungkin sedang menjual aset mereka untuk merealisasikan keuntungan setelah volatilitas jangka panjang di kuartal keempat 2024, atau melakukan lindung nilai terhadap risiko pasar potensial tahun baru.
03 Tekanan Pasar
Tekanan jual tidak hanya terlihat di pasar spot. Pasar futures XRP juga menunjukkan tren bearish yang sejalan. Hingga 8 Januari, hanya 19,6 miliar XRP yang terikat dalam kontrak futures aktif.
Lebih menarik lagi, dalam 24 jam terakhir, volume kontrak terbuka XRP yang didukung oleh bursa menurun sebesar 3,61%, yang secara langsung mencerminkan melemahnya kepercayaan investor seiring berkurangnya momentum.
Tren negatif pasar ini terlihat secara langsung dari harga. Dalam 24 jam terakhir, XRP turun sebesar 3,28%, dengan harga perdagangan saat penulisan ini sebesar 2,12 dolar.
Sentimen hati-hati ini tidak hanya berlaku untuk XRP. Seluruh pasar kripto di awal 2026 tampaknya mulai mendingin, dengan berbagai aset kripto terus mengalami kerugian. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi pasar kripto mencapai lebih dari 479 juta dolar, dengan posisi long menyumbang 434 juta dolar.
04 Badai Likuidasi
Pergerakan harga XRP yang ekstrem baru-baru ini memicu badai likuidasi yang melibatkan posisi long dan short secara bersamaan. Data menunjukkan bahwa badai ini paling parah di Binance.
Dalam 48 jam pada 5 Januari, gelombang likuidasi XRP menyebabkan kerugian lebih dari 4,4 juta dolar bagi trader yang melakukan short. Harga pun melonjak dengan cepat, menyebabkan kerugian bagi para investor tersebut. Dari total 4,4 juta dolar, sekitar 3,09 juta dolar dilikuidasi di Binance.
Gelombang likuidasi ini mendorong trader untuk mengejar kenaikan harga dan membuka posisi leverage long di sekitar 2,40 dolar. Namun, pasar kemudian mengalami koreksi harga, cukup untuk memicu likuidasi posisi long pada 6 Januari.
Selain puncak likuidasi sebesar 1,5 juta dolar yang terjadi tak lama kemudian, sekitar 4,4 juta dolar posisi long juga dilikuidasi karena pembeli di akhir tren terjebak di puncak.
“Gelombang likuidasi ini sering memperparah pembalikan harga yang agresif, terutama saat kedua sisi—long dan short—terjebak dalam kesulitan,” komentar seorang analis.
05 Pandangan Masa Depan
Meskipun menghadapi tekanan jual jangka pendek, pasar tidak sepenuhnya tanpa sinyal positif. Analisis data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan bahwa aliran dana ke Binance dari para whale XRP mulai berkurang, yang bisa berarti tekanan jual mulai mereda.
Sebuah analisis terbaru menunjukkan bahwa berdasarkan data aliran XRP ke Binance, para whale menguasai hampir 60,3% dari total aliran dana, sementara investor ritel menyumbang 39,7%. Meski whale masih memegang porsi terbesar, tren keseluruhan sejak pertengahan Desember menunjukkan penurunan dari puncak lebih dari 70% pada November dan awal Desember.
Lonjakan aliran dana whale ke bursa biasanya dianggap sebagai tanda persiapan menjual, dan penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari pemain utama mulai berkurang.
Kenaikan awal tahun ini membuat XRP menembus rata-rata pergerakan 50 hari (MA 50) di 2,01 dolar, yang selama ini menjadi resistance utama. Sekarang pasar memantau apakah XRP mampu mengubah resistance ini menjadi support untuk melanjutkan tren kenaikannya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lebih dari 2,69 miliar XRP disimpan di CEX: tekanan penjualan meningkat, ke mana arah harga XRP?
Awal tahun baru, pergerakan XRP tidak melanjutkan suasana meriah liburan. Sejak mencapai puncak tahap 2.41 dolar pada 5 Januari, harganya pun mengalami koreksi.
Hingga 12 Januari, harga XRP terakhir dilaporkan sebesar 2.0992 dolar. Harga ini tidak hanya turun secara signifikan dari puncak tahunan, tetapi juga mencerminkan suasana pasar yang dalam satu minggu berubah dari optimisme menjadi hati-hati.
01 Ikhtisar Pergerakan Pasar
Memasuki tahun 2026, pasar kripto gagal melanjutkan tren lintas tahun, dan pergerakan harga XRP menjadi contoh yang khas. Setelah mengalami kenaikan berturut-turut selama lima hari pertama tahun baru, XRP pada 5 Januari mengalami lonjakan harian yang mencengangkan, melonjak dari 2.08 dolar ke 2.36 dolar.
Keesokan harinya, XRP sempat menyentuh puncak 2.41 dolar, yang merupakan tertinggi sejak pertengahan November 2025. Namun, suasana optimisme pasar tidak bertahan lama, dan harga pun berbalik turun.
Menurut data terbaru dari Yahoo Finance pada 12 Januari, harga XRP telah kembali ke 2.0992 dolar, dengan volume perdagangan hari itu mencapai 2,36 miliar.
Data kunci harga XRP terbaru dalam beberapa hari terakhir ditunjukkan dalam tabel berikut:
02 Sinyal Peringatan
Titik balik pasar sering kali dapat dideteksi. Data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan adanya sinyal bearish yang jelas: sekitar 2.692.600.000 XRP disimpan di bursa Binance.
Penambahan cadangan di bursa biasanya dianggap sebagai sinyal peringatan awal. Ini menunjukkan bahwa pemilik mungkin berencana menjual aset mereka, yang dapat menjadi indikator potensi penurunan harga lebih lanjut.
“Cadangan bursa adalah indikator utama untuk mengukur likuiditas dan aksesibilitas, tetapi mereka juga sering menandakan bahwa tren harga aset terkait akan menghadapi hambatan,” ujar seorang pengamat pasar.
Meskipun dalam 24 jam terakhir, cadangan XRP di Binance hanya meningkat tipis sebesar 0,30%, jumlah absolutnya sudah cukup besar. Ini mengindikasikan bahwa trader mungkin sedang menjual aset mereka untuk merealisasikan keuntungan setelah volatilitas jangka panjang di kuartal keempat 2024, atau melakukan lindung nilai terhadap risiko pasar potensial tahun baru.
03 Tekanan Pasar
Tekanan jual tidak hanya terlihat di pasar spot. Pasar futures XRP juga menunjukkan tren bearish yang sejalan. Hingga 8 Januari, hanya 19,6 miliar XRP yang terikat dalam kontrak futures aktif.
Lebih menarik lagi, dalam 24 jam terakhir, volume kontrak terbuka XRP yang didukung oleh bursa menurun sebesar 3,61%, yang secara langsung mencerminkan melemahnya kepercayaan investor seiring berkurangnya momentum.
Tren negatif pasar ini terlihat secara langsung dari harga. Dalam 24 jam terakhir, XRP turun sebesar 3,28%, dengan harga perdagangan saat penulisan ini sebesar 2,12 dolar.
Sentimen hati-hati ini tidak hanya berlaku untuk XRP. Seluruh pasar kripto di awal 2026 tampaknya mulai mendingin, dengan berbagai aset kripto terus mengalami kerugian. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi pasar kripto mencapai lebih dari 479 juta dolar, dengan posisi long menyumbang 434 juta dolar.
04 Badai Likuidasi
Pergerakan harga XRP yang ekstrem baru-baru ini memicu badai likuidasi yang melibatkan posisi long dan short secara bersamaan. Data menunjukkan bahwa badai ini paling parah di Binance.
Dalam 48 jam pada 5 Januari, gelombang likuidasi XRP menyebabkan kerugian lebih dari 4,4 juta dolar bagi trader yang melakukan short. Harga pun melonjak dengan cepat, menyebabkan kerugian bagi para investor tersebut. Dari total 4,4 juta dolar, sekitar 3,09 juta dolar dilikuidasi di Binance.
Gelombang likuidasi ini mendorong trader untuk mengejar kenaikan harga dan membuka posisi leverage long di sekitar 2,40 dolar. Namun, pasar kemudian mengalami koreksi harga, cukup untuk memicu likuidasi posisi long pada 6 Januari.
Selain puncak likuidasi sebesar 1,5 juta dolar yang terjadi tak lama kemudian, sekitar 4,4 juta dolar posisi long juga dilikuidasi karena pembeli di akhir tren terjebak di puncak.
“Gelombang likuidasi ini sering memperparah pembalikan harga yang agresif, terutama saat kedua sisi—long dan short—terjebak dalam kesulitan,” komentar seorang analis.
05 Pandangan Masa Depan
Meskipun menghadapi tekanan jual jangka pendek, pasar tidak sepenuhnya tanpa sinyal positif. Analisis data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan bahwa aliran dana ke Binance dari para whale XRP mulai berkurang, yang bisa berarti tekanan jual mulai mereda.
Sebuah analisis terbaru menunjukkan bahwa berdasarkan data aliran XRP ke Binance, para whale menguasai hampir 60,3% dari total aliran dana, sementara investor ritel menyumbang 39,7%. Meski whale masih memegang porsi terbesar, tren keseluruhan sejak pertengahan Desember menunjukkan penurunan dari puncak lebih dari 70% pada November dan awal Desember.
Lonjakan aliran dana whale ke bursa biasanya dianggap sebagai tanda persiapan menjual, dan penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari pemain utama mulai berkurang.
Kenaikan awal tahun ini membuat XRP menembus rata-rata pergerakan 50 hari (MA 50) di 2,01 dolar, yang selama ini menjadi resistance utama. Sekarang pasar memantau apakah XRP mampu mengubah resistance ini menjadi support untuk melanjutkan tren kenaikannya.