Mengenai investasi aset kripto, banyak orang masih bingung. Hari ini kita akan bahas logika dasar dari aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya, serta hal-hal yang harus diperhatikan oleh pemula.
Pertama-tama yang harus dipahami adalah bahwa aset semacam ini berbeda secara esensial dari saham dan reksa dana. Tidak ada perusahaan yang terdaftar, tidak ada laporan keuangan yang mendukung, harga sepenuhnya ditentukan oleh konsensus pasar, arahan regulasi, dan aliran dana. Inilah mengapa volatilitasnya begitu tinggi—dalam satu hari kenaikan bisa mencapai puluhan persen, dan seketika bisa turun drastis. Ketidakpastian ini, adalah peluang sekaligus jebakan.
Sebelum masuk ke pasar, harus memahami dulu cara transaksi. Yang paling umum adalah perdagangan spot, logikanya sangat sederhana: beli saat harga rendah, lalu jual saat harga naik untuk mendapatkan keuntungan. Metode ini relatif aman dan risiko dalam batas terkendali. Tapi jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, Anda akan berhadapan dengan kontrak derivatif seperti futures dan options. Instrumen ini menggunakan leverage, misalnya 10x leverage, yang berarti Anda bisa mengoperasikan posisi senilai 10 kali lipat dari modal Anda dengan modal 1 rupiah. Kedengarannya menarik, kan? Tapi masalahnya, saat profit bisa berlipat ganda, saat rugi juga bisa berlipat ganda, bahkan modal utama bisa hilang sepenuhnya. Ini sangat berbahaya bagi pemula.
Mengenai risiko, ada beberapa poin yang harus diingat. Pemilihan platform adalah hal pertama—pastikan bertransaksi di bursa yang terkenal dan besar, karena platform kecil berisiko tinggi, ada yang langsung menggelapkan dana, aset Anda bisa hilang begitu saja. Selanjutnya adalah pengelolaan kunci pribadi (private key), jika Anda menarik aset ke dompet self-custody, maka private key adalah nyawa Anda. Jika hilang atau bocor, aset benar-benar hilang dan tidak ada cara pemulihan. Terakhir, jangan abaikan risiko regulasi—pengawasan terhadap cryptocurrency di seluruh dunia terus meningkat, regulasi baru dan penyesuaian kebijakan bisa memicu gejolak pasar yang besar.
Intinya, transaksi aset kripto bukanlah bisnis yang pasti menguntungkan. Di balik keuntungan tinggi, pasti ada risiko tinggi. Jangan pernah gunakan dana yang dibutuhkan untuk hidup untuk berjudi, dan jangan terpengaruh oleh cerita keuntungan orang lain. Bersikap rasional adalah kunci agar bisa bertahan lama di pasar ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengenai investasi aset kripto, banyak orang masih bingung. Hari ini kita akan bahas logika dasar dari aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya, serta hal-hal yang harus diperhatikan oleh pemula.
Pertama-tama yang harus dipahami adalah bahwa aset semacam ini berbeda secara esensial dari saham dan reksa dana. Tidak ada perusahaan yang terdaftar, tidak ada laporan keuangan yang mendukung, harga sepenuhnya ditentukan oleh konsensus pasar, arahan regulasi, dan aliran dana. Inilah mengapa volatilitasnya begitu tinggi—dalam satu hari kenaikan bisa mencapai puluhan persen, dan seketika bisa turun drastis. Ketidakpastian ini, adalah peluang sekaligus jebakan.
Sebelum masuk ke pasar, harus memahami dulu cara transaksi. Yang paling umum adalah perdagangan spot, logikanya sangat sederhana: beli saat harga rendah, lalu jual saat harga naik untuk mendapatkan keuntungan. Metode ini relatif aman dan risiko dalam batas terkendali. Tapi jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, Anda akan berhadapan dengan kontrak derivatif seperti futures dan options. Instrumen ini menggunakan leverage, misalnya 10x leverage, yang berarti Anda bisa mengoperasikan posisi senilai 10 kali lipat dari modal Anda dengan modal 1 rupiah. Kedengarannya menarik, kan? Tapi masalahnya, saat profit bisa berlipat ganda, saat rugi juga bisa berlipat ganda, bahkan modal utama bisa hilang sepenuhnya. Ini sangat berbahaya bagi pemula.
Mengenai risiko, ada beberapa poin yang harus diingat. Pemilihan platform adalah hal pertama—pastikan bertransaksi di bursa yang terkenal dan besar, karena platform kecil berisiko tinggi, ada yang langsung menggelapkan dana, aset Anda bisa hilang begitu saja. Selanjutnya adalah pengelolaan kunci pribadi (private key), jika Anda menarik aset ke dompet self-custody, maka private key adalah nyawa Anda. Jika hilang atau bocor, aset benar-benar hilang dan tidak ada cara pemulihan. Terakhir, jangan abaikan risiko regulasi—pengawasan terhadap cryptocurrency di seluruh dunia terus meningkat, regulasi baru dan penyesuaian kebijakan bisa memicu gejolak pasar yang besar.
Intinya, transaksi aset kripto bukanlah bisnis yang pasti menguntungkan. Di balik keuntungan tinggi, pasti ada risiko tinggi. Jangan pernah gunakan dana yang dibutuhkan untuk hidup untuk berjudi, dan jangan terpengaruh oleh cerita keuntungan orang lain. Bersikap rasional adalah kunci agar bisa bertahan lama di pasar ini.