Ketika situasi geopolitik lokal berubah secara mendadak dan sentimen risiko pasar meningkat tajam, aset safe haven tradisional dan aset kripto akan menunjukkan tren yang sangat berbeda. Ini bukan kebetulan, melainkan ditentukan oleh sifat esensial dari kedua jenis aset tersebut.
**Kepastian Emas**
Ketika perang pecah, emas langsung menjadi favorit. Ada logika di balik ini—dengan dana global melihat risiko mendekat, mereka mulai membeli "mata uang keras" yang telah diakui selama ribuan tahun ini. Pada tahun 2025, selama peningkatan konflik di Iran, harga emas pernah melonjak ke atas $3.400, mencapai rekor tertinggi. Bank sentral, investor institusi besar, dan investor konservatif, semuanya berbondong-bondong ke pasar emas pada saat yang sama. Volatilitasnya relatif tenang, dan kestabilan ini menjadikannya pilihan utama sebagai tempat berlindung.
**Kesulitan Bitcoin**
Ironisnya, meskipun dipromosikan sebagai "emas digital", ketika alarm perang berbunyi, Bitcoin cenderung memilih untuk melarikan diri terlebih dahulu. Mengapa? Karena secara esensial, Bitcoin tetap merupakan aset berisiko tinggi. Begitu berita konflik muncul, kepanikan menjual pun terjadi. Pedagang yang menggunakan leverage buru-buru menutup posisi untuk mendapatkan kas. Karakteristik Bitcoin yang diperdagangkan 24 jam nonstop justru menjadi kelemahannya—menjadikannya objek penjualan pertama oleh investor. Data historis menunjukkan bahwa setelah berita konflik muncul, Bitcoin sering turun 3-7% dalam beberapa jam. Tentu saja, setelah situasi mereda, harga mulai perlahan naik kembali.
**Perbandingan yang sangat jelas** Saat perang dimulai, emas melambung tinggi, sementara Bitcoin terlebih dahulu berjongkok lalu melompat. Ini mencerminkan pilihan nyata pasar di bawah risiko ekstrem.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MEVHunterLucky
· 1jam yang lalu
Kepercayaan selama ribuan tahun terhadap emas vs sistem perdagangan 24 jam BTC, perbedaan ini bukanlah hal yang biasa besar
Lihat AsliBalas0
ProtocolRebel
· 01-10 18:02
Emas tetap stabil seperti anjing tua, BTC naik turun... tetap seperti itu, di dunia kripto tidak ada aset lindung nilai yang benar-benar aman
Lihat AsliBalas0
PriceOracleFairy
· 01-09 09:50
nah, "emas digital" itu cuma copium murni... btc literally jadi risk-off asset pas contagion melanda, leverage unwinding jadi brrr dan tiba-tiba semua orang panic selling ke liquidity black holes. gold cuma duduk membosankan tapi exactly itulah kenapa itu work lol
Lihat AsliBalas0
TokenomicsPolice
· 01-09 09:50
Kepercayaan terhadap emas selama ribuan tahun bernilai uang, sedangkan Bitcoin bisa turun 7% dalam 24 jam, jaraknya...
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterZhang
· 01-09 09:39
Haha, datang lagi untuk memotongku? Kalau perang sudah datang, lebih baik beli emas dulu, soal Bitcoin itu tergantung berita dan suasana hati.
Lihat AsliBalas0
SerumSurfer
· 01-09 09:28
Emas telah ada selama ribuan tahun, sedangkan btc hanya beberapa tahun? Bisa dibandingkan ini...
Lihat AsliBalas0
BearMarketSunriser
· 01-09 09:25
Jadi sebenarnya btc tidak begitu tahan terhadap penurunan, jika ada masalah tetap saja turun, kecewa banget
Ketika situasi geopolitik lokal berubah secara mendadak dan sentimen risiko pasar meningkat tajam, aset safe haven tradisional dan aset kripto akan menunjukkan tren yang sangat berbeda. Ini bukan kebetulan, melainkan ditentukan oleh sifat esensial dari kedua jenis aset tersebut.
**Kepastian Emas**
Ketika perang pecah, emas langsung menjadi favorit. Ada logika di balik ini—dengan dana global melihat risiko mendekat, mereka mulai membeli "mata uang keras" yang telah diakui selama ribuan tahun ini. Pada tahun 2025, selama peningkatan konflik di Iran, harga emas pernah melonjak ke atas $3.400, mencapai rekor tertinggi. Bank sentral, investor institusi besar, dan investor konservatif, semuanya berbondong-bondong ke pasar emas pada saat yang sama. Volatilitasnya relatif tenang, dan kestabilan ini menjadikannya pilihan utama sebagai tempat berlindung.
**Kesulitan Bitcoin**
Ironisnya, meskipun dipromosikan sebagai "emas digital", ketika alarm perang berbunyi, Bitcoin cenderung memilih untuk melarikan diri terlebih dahulu. Mengapa? Karena secara esensial, Bitcoin tetap merupakan aset berisiko tinggi. Begitu berita konflik muncul, kepanikan menjual pun terjadi. Pedagang yang menggunakan leverage buru-buru menutup posisi untuk mendapatkan kas. Karakteristik Bitcoin yang diperdagangkan 24 jam nonstop justru menjadi kelemahannya—menjadikannya objek penjualan pertama oleh investor. Data historis menunjukkan bahwa setelah berita konflik muncul, Bitcoin sering turun 3-7% dalam beberapa jam. Tentu saja, setelah situasi mereda, harga mulai perlahan naik kembali.
**Perbandingan yang sangat jelas** Saat perang dimulai, emas melambung tinggi, sementara Bitcoin terlebih dahulu berjongkok lalu melompat. Ini mencerminkan pilihan nyata pasar di bawah risiko ekstrem.