Banyak orang berbicara tentang sulitnya bertransaksi, sebenarnya sulit karena satu kata — manusia. Logika transaksi yang tampaknya sederhana, saat di dunia nyata menjadi berantakan. Serakah, takut, terburu-buru, berharap keberuntungan, kelemahan manusia ini tak bisa disembunyikan di hadapan pasar. Trader yang mampu meraih keuntungan stabil dalam jangka panjang biasanya adalah mereka yang mampu melawan diri sendiri, harus berhenti rugi saat perlu, harus memegang posisi saat perlu, tidak terikat emosi. Singkatnya, keberhasilan dalam transaksi bukan tergantung seberapa canggih tekniknya, tetapi seberapa kuat mentalnya. Mengalahkan diri sendiri adalah kunci untuk mengalahkan pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
Rekt_Recovery
· 19jam yang lalu
Ngli teman, ini terasa berbeda setelah aku dilikuidasi dengan leverage 5x berpikir aku jenius... ternyata musuh sebenarnya bukan pasar, tapi aku yang terus memandangi grafik jam 3 pagi meyakinkan diri untuk bertahan melalui capitulation. psikologis benar-benar segalanya
Lihat AsliBalas0
ForkMaster
· 01-03 23:48
Benar juga, tapi tahukah kamu, orang yang benar-benar menghasilkan uang tidak peduli dengan semangat motivasi seperti ini, mereka sudah otomatis menggunakan perjanjian taruhan otomatis.
---
Kelemahan manusia ini, dana pendidikan untuk tiga anak saya justru diperoleh dari situ, stop loss dan hal-hal seperti itu terlalu amatir, arbitrase fork adalah jalan keluar.
---
Terdengar bagus, tapi pihak proyek hanya menjual "pembangunan mental" semacam ini untuk menipu investor, pola yang sama selalu digunakan.
---
Kekuatan mental yang kuat apa gunanya, audit kerentanan yang tidak dilakukan dengan baik tetap bisa menyebabkan kerugian besar, ini kenyataan.
---
Hmm, jadi saya selalu berpegang pada pemikiran white hat dalam bertransaksi, jangan terikat emosi, dan jangan terikat pada pihak proyek, keduanya harus diwaspadai.
Lihat AsliBalas0
MEVSandwich
· 01-03 08:39
Itu benar, saya baru saja tersesat di sini, dan kualitas psikologis saya memang
Lihat AsliBalas0
GateUser-c802f0e8
· 01-03 08:29
Luar biasa sekali, saya adalah tipe orang yang tahu harus berhenti rugi tetapi tidak bisa melakukannya, setiap kali selalu menipu diri sendiri dengan berkata "Tunggu saja mungkin akan rebound," dan akhirnya benar-benar rugi besar.
Lihat AsliBalas0
MetaMuskRat
· 01-03 08:23
Benar sekali, tapi aku sudah kalah berkali-kali oleh keserakahanku sendiri hahaha
Banyak orang berbicara tentang sulitnya bertransaksi, sebenarnya sulit karena satu kata — manusia. Logika transaksi yang tampaknya sederhana, saat di dunia nyata menjadi berantakan. Serakah, takut, terburu-buru, berharap keberuntungan, kelemahan manusia ini tak bisa disembunyikan di hadapan pasar. Trader yang mampu meraih keuntungan stabil dalam jangka panjang biasanya adalah mereka yang mampu melawan diri sendiri, harus berhenti rugi saat perlu, harus memegang posisi saat perlu, tidak terikat emosi. Singkatnya, keberhasilan dalam transaksi bukan tergantung seberapa canggih tekniknya, tetapi seberapa kuat mentalnya. Mengalahkan diri sendiri adalah kunci untuk mengalahkan pasar.