#Strategy加码BTC配置 Perbedaan hasil obligasi 10 tahun AS-Jepang terakhir turun menjadi 2.09%, ini adalah titik terendah sejak Maret 2022. Data ada di sini: hasil obligasi 10 tahun AS bertahan di 4.16%, sementara di Jepang malah melonjak ke 2.07%, mencapai level tertinggi sejak 1997.
Yang menarik, secara logika umum, penyempitan selisih hasil seharusnya membuat yen menguat, tetapi kenyataannya justru sebaliknya—dolar AS terus menguat terhadap yen. Apa yang menjadi penyebabnya? Jawabannya mengarah pada satu masalah yang membuat pasar gelisah: krisis utang Jepang.
Rasio utang pemerintah Jepang terhadap PDB sudah melebihi 230%. Dalam kondisi hasil obligasi yang melonjak tajam, biaya bunga utang langsung melambung. Pasar mulai bertanya-tanya: apakah fiskal Jepang masih mampu bertahan? Intinya, Bank of Japan (BoJ) sangat berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, sehingga kenaikan hasil obligasi dipahami pasar sebagai sinyal bahaya—ekonomi Jepang sedang mengalami resesi, bukan pertumbuhan yang kuat. Ini justru menambah tekanan jual obligasi Jepang.
Di sisi lain, Federal Reserve (Fed) belum juga menurunkan suku bunga, penurunan kecil dari yang diperkirakan, sehingga selisih hasil tetap menguntungkan dolar. Daya tarik carry trade belum hilang. Ditambah lagi, ketidakpastian intervensi pasar valuta asing mengacaukan situasi, berbagai faktor bekerja sama, sehingga keuntungan dari penyempitan selisih hasil benar-benar tertutup. Akibatnya, pergerakan yen tidak sesuai dengan buku teks.
Apa fokus pengamatan ke depan? Kapan Fed akan benar-benar menurunkan suku bunga dan seberapa besar; apakah BoJ akan lebih cepat menaikkan suku bunga; apakah lelang obligasi Jepang akan berjalan lancar, dan bagaimana pandangan terhadap data utang Jepang. Ketiga variabel ini akan menentukan apakah pola nilai tukar bisa memecah kebuntuan saat ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
WhaleMistaker
· 01-03 22:40
Utang Jepang 230%, ini benar-benar tidak bisa ditanggung lagi
Lihat AsliBalas0
HashRateHustler
· 01-03 04:20
Utang Jepang begitu menakutkan, makanya Yen tidak bisa naik-naik sama sekali
Lihat AsliBalas0
GhostInTheChain
· 01-03 04:20
Jika utang Jepang meledak, maka BTC adalah perlindungan yang sebenarnya
Lihat AsliBalas0
NftDeepBreather
· 01-03 04:19
Krisis utang Jepang benar-benar tidak bisa ditahan lagi
Lihat AsliBalas0
Blockchainiac
· 01-03 04:16
Utang Jepang 230%? Ini adalah risiko ledakan yang sebenarnya
Lihat AsliBalas0
DeFiChef
· 01-03 04:11
Utang Jepang meledak dan sangat mencolok, tidak heran yen Jepang dihancurkan
Lihat AsliBalas0
SerumDegen
· 01-03 04:09
Rasio utang terhadap PDB Jepang sebesar 230% pada dasarnya adalah rangkaian likuidasi yang menunggu untuk terjadi ngl
Lihat AsliBalas0
GasBankrupter
· 01-03 03:59
Utang Jepang meledak, tidak heran yen begitu buruk
#Strategy加码BTC配置 Perbedaan hasil obligasi 10 tahun AS-Jepang terakhir turun menjadi 2.09%, ini adalah titik terendah sejak Maret 2022. Data ada di sini: hasil obligasi 10 tahun AS bertahan di 4.16%, sementara di Jepang malah melonjak ke 2.07%, mencapai level tertinggi sejak 1997.
Yang menarik, secara logika umum, penyempitan selisih hasil seharusnya membuat yen menguat, tetapi kenyataannya justru sebaliknya—dolar AS terus menguat terhadap yen. Apa yang menjadi penyebabnya? Jawabannya mengarah pada satu masalah yang membuat pasar gelisah: krisis utang Jepang.
Rasio utang pemerintah Jepang terhadap PDB sudah melebihi 230%. Dalam kondisi hasil obligasi yang melonjak tajam, biaya bunga utang langsung melambung. Pasar mulai bertanya-tanya: apakah fiskal Jepang masih mampu bertahan? Intinya, Bank of Japan (BoJ) sangat berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, sehingga kenaikan hasil obligasi dipahami pasar sebagai sinyal bahaya—ekonomi Jepang sedang mengalami resesi, bukan pertumbuhan yang kuat. Ini justru menambah tekanan jual obligasi Jepang.
Di sisi lain, Federal Reserve (Fed) belum juga menurunkan suku bunga, penurunan kecil dari yang diperkirakan, sehingga selisih hasil tetap menguntungkan dolar. Daya tarik carry trade belum hilang. Ditambah lagi, ketidakpastian intervensi pasar valuta asing mengacaukan situasi, berbagai faktor bekerja sama, sehingga keuntungan dari penyempitan selisih hasil benar-benar tertutup. Akibatnya, pergerakan yen tidak sesuai dengan buku teks.
Apa fokus pengamatan ke depan? Kapan Fed akan benar-benar menurunkan suku bunga dan seberapa besar; apakah BoJ akan lebih cepat menaikkan suku bunga; apakah lelang obligasi Jepang akan berjalan lancar, dan bagaimana pandangan terhadap data utang Jepang. Ketiga variabel ini akan menentukan apakah pola nilai tukar bisa memecah kebuntuan saat ini.