Apa itu kebijakan moneter? Secara sederhana, itu adalah trik di mana Bank Sentral menyesuaikan Suku Bunga, mencetak uang, atau menarik uang.
Bank Sentral主要有两套操作:
Pelonggaran (Kebijakan Longgar): Penurunan Suku Bunga + Peningkatan Jumlah Uang yang Beredar → Uang lebih banyak, pinjaman lebih murah → Orang-orang memiliki uang lebih untuk berinvestasi → Termasuk membeli koin
Penarikan Air (Kebijakan Pengetatan): Kenaikan Suku Bunga + Penarikan Uang → Uang menjadi sedikit, meminjam uang menjadi mahal → Orang-orang menjadi ragu-ragu → Permintaan investasi menurun
Ini ada hubungannya dengan koin dunia?
Ketika Bank Sentral mencetak uang, likuiditas di pasar melimpah, baik ritel maupun institusi memiliki uang menganggur untuk dicari. Aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum menjadi “primadona” baru, dan dana mengalir masuk meningkatkan harga koin. Contoh yang khas adalah setelah krisis keuangan 2008, Federal Reserve melakukan pelonggaran kuantitatif secara besar-besaran, dan hasilnya Bitcoin naik dari beberapa sen menjadi ribuan dolar.
Sebaliknya, ketika Bank Sentral mengurangi likuiditas (misalnya ketika The Fed agresif menaikkan suku bunga), suku bunga melonjak, imbal hasil produk keuangan tradisional meningkat, orang-orang tidak begitu terburu-buru untuk mengambil risiko tinggi pada koin. Pada saat ini, harga koin rentan untuk tertekan.
Logika Inti: Kebijakan moneter mempengaruhi “pendapatan yang dapat dibelanjakan” → Menentukan berapa banyak uang sisa yang masuk ke pasar kripto → Secara langsung mempengaruhi arah harga koin. Jadi, perhatikan arah Bank Sentral, lebih penting daripada melihat grafik K.
Bacaan Lanjutan: Perbedaan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, kasus ekstrem dalam sejarah (hiperinflasi Venezuela), asal usul dan perkembangan quantitative easing
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bank Sentral mencetak uang vs dunia kripto naik turun: bagaimana kebijakan moneter dapat memicu pasar kripto
Apa itu kebijakan moneter? Secara sederhana, itu adalah trik di mana Bank Sentral menyesuaikan Suku Bunga, mencetak uang, atau menarik uang.
Bank Sentral主要有两套操作:
Ini ada hubungannya dengan koin dunia?
Ketika Bank Sentral mencetak uang, likuiditas di pasar melimpah, baik ritel maupun institusi memiliki uang menganggur untuk dicari. Aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum menjadi “primadona” baru, dan dana mengalir masuk meningkatkan harga koin. Contoh yang khas adalah setelah krisis keuangan 2008, Federal Reserve melakukan pelonggaran kuantitatif secara besar-besaran, dan hasilnya Bitcoin naik dari beberapa sen menjadi ribuan dolar.
Sebaliknya, ketika Bank Sentral mengurangi likuiditas (misalnya ketika The Fed agresif menaikkan suku bunga), suku bunga melonjak, imbal hasil produk keuangan tradisional meningkat, orang-orang tidak begitu terburu-buru untuk mengambil risiko tinggi pada koin. Pada saat ini, harga koin rentan untuk tertekan.
Logika Inti: Kebijakan moneter mempengaruhi “pendapatan yang dapat dibelanjakan” → Menentukan berapa banyak uang sisa yang masuk ke pasar kripto → Secara langsung mempengaruhi arah harga koin. Jadi, perhatikan arah Bank Sentral, lebih penting daripada melihat grafik K.
Bacaan Lanjutan: Perbedaan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, kasus ekstrem dalam sejarah (hiperinflasi Venezuela), asal usul dan perkembangan quantitative easing