Selama tiga tahun terakhir, penggunaan stablecoin di negara-negara berkembang berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain. Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin—di tempat-tempat ini, stablecoin sudah bukan lagi konsep "aset enkripsi", melainkan alat kehidupan yang nyata.
Mengapa? Karena koin lebih stabil, biaya transaksi lebih rendah, dan waktu transfer lebih cepat. Di banyak negara, stablecoin telah menjadi "jaringan pembayaran bawah tanah" untuk menghindari sistem perbankan. Ini bukan sekadar spekulasi, tetapi perubahan struktural. Di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh keuangan tradisional, kebetulan bersamaan dengan penyebaran internet seluler, stablecoin secara alami meresap.
Ketika stablecoin benar-benar masuk ke dalam kehidupan sehari-hari, pemilihan blockchain dasar menjadi sangat penting. Pengguna di daerah ini memiliki pendapatan yang tidak tinggi, mata uang yang tidak stabil, dan perbankan yang tidak umum, tetapi kebutuhan pembayaran sangat tinggi frekuensinya. Remitansi pekerja migran lintas batas, penyelesaian pekerjaan paruh waktu online, penerimaan e-commerce kecil, dan pergerakan uang di dalam komunitas - inilah yang menjadi skenario nyata pertumbuhan stablecoin.
Blockchain tradisional? Model biaya sama sekali tidak berfungsi. Bahkan biaya Gas yang hanya beberapa sen pun menjadi beban bagi kelompok berpenghasilan rendah. Yang lebih parah adalah biaya tersebut dapat berfluktuasi, sehingga pengguna tidak dapat menggunakan secara berkelanjutan. Blockchain seperti Plasma yang memiliki biaya rendah, fluktuasi rendah, dan dapat langsung menggunakan stablecoin untuk membayar Gas, justru lebih sesuai dengan kebutuhan negara-negara tersebut dibandingkan dengan blockchain mainstream.
Sebagai contoh: di banyak negara berkembang, biaya transfer lintas batas bisa mencapai 10%, dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai bisa memakan waktu beberapa hari, bahkan lebih lama.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SelfRugger
· 15jam yang lalu
Ini adalah adopsi yang sebenarnya, bukan jebakan yang diperdagangkan.
Lihat AsliBalas0
SchrodingersPaper
· 16jam yang lalu
Benar, inilah seharusnya tampilan Web3... bukan Perdagangan Mata Uang Kripto, tetapi benar-benar menyelesaikan masalah
Lihat AsliBalas0
hodl_therapist
· 17jam yang lalu
Inilah aplikasi Web3 yang sebenarnya, bukan mimpi yang diciptakan oleh proyek-proyek udara.
Lihat AsliBalas0
ColdWalletGuardian
· 17jam yang lalu
Inilah makna sebenarnya dari web3, bukan pada spekulasi shit coin di Wall Street, tetapi benar-benar menyelesaikan masalah pembayaran bagi masyarakat bawah di seluruh dunia.
Selama tiga tahun terakhir, penggunaan stablecoin di negara-negara berkembang berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain. Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin—di tempat-tempat ini, stablecoin sudah bukan lagi konsep "aset enkripsi", melainkan alat kehidupan yang nyata.
Mengapa? Karena koin lebih stabil, biaya transaksi lebih rendah, dan waktu transfer lebih cepat. Di banyak negara, stablecoin telah menjadi "jaringan pembayaran bawah tanah" untuk menghindari sistem perbankan. Ini bukan sekadar spekulasi, tetapi perubahan struktural. Di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh keuangan tradisional, kebetulan bersamaan dengan penyebaran internet seluler, stablecoin secara alami meresap.
Ketika stablecoin benar-benar masuk ke dalam kehidupan sehari-hari, pemilihan blockchain dasar menjadi sangat penting. Pengguna di daerah ini memiliki pendapatan yang tidak tinggi, mata uang yang tidak stabil, dan perbankan yang tidak umum, tetapi kebutuhan pembayaran sangat tinggi frekuensinya. Remitansi pekerja migran lintas batas, penyelesaian pekerjaan paruh waktu online, penerimaan e-commerce kecil, dan pergerakan uang di dalam komunitas - inilah yang menjadi skenario nyata pertumbuhan stablecoin.
Blockchain tradisional? Model biaya sama sekali tidak berfungsi. Bahkan biaya Gas yang hanya beberapa sen pun menjadi beban bagi kelompok berpenghasilan rendah. Yang lebih parah adalah biaya tersebut dapat berfluktuasi, sehingga pengguna tidak dapat menggunakan secara berkelanjutan. Blockchain seperti Plasma yang memiliki biaya rendah, fluktuasi rendah, dan dapat langsung menggunakan stablecoin untuk membayar Gas, justru lebih sesuai dengan kebutuhan negara-negara tersebut dibandingkan dengan blockchain mainstream.
Sebagai contoh: di banyak negara berkembang, biaya transfer lintas batas bisa mencapai 10%, dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai bisa memakan waktu beberapa hari, bahkan lebih lama.