Bahkan investor paling sukses di dunia pun bisa salah. Masayoshi Son, pendiri SoftBank dan salah satu raja teknologi paling berpengaruh, mengalami kenyataan ini secara langsung ketika kehilangan lebih dari 130 juta dolar dalam Bitcoin.
Apa yang terjadi?
Setelah mengakuisisi Fortress Investment pada tahun 2017, sebuah firma manajemen aset yang kepemilikan kriptonya sekitar 150 juta dolar, Son didorong oleh Peter Briger, co-chairman Fortress dan pendukung vokal Bitcoin, untuk masuk ke pasar. Waktu yang dipilih sangat buruk: ia membeli pada puncak spekulatif akhir tahun 2017 dan menutup posisinya di awal tahun 2018, tepat ketika pasar runtuh.
Pelajaran di balik kegagalan
Yang menarik bukan hanya angka yang hilang ( untuk seorang pria seperti Son adalah perubahan saku ), tetapi refleksinya setelah itu. Dia secara publik mengakui bahwa setelah melihat harga Bitcoin naik tanpa logika yang jelas, dia menyadari bahwa dia tidak ingin menjadi seseorang yang terobsesi dengan angka yang berfluktuasi setiap hari.
Kesimpulan Anda: ada hal-hal yang lebih berharga dalam hidup yang layak mendapatkan perhatian. Meskipun terdengar seperti filosofi miliarder, ini menyentuh poin valid tentang perbedaan antara investasi yang terinformasi dan spekulasi murni.
Konteks pasar
Kisah ini mencerminkan siklus 2017-2018: bahkan investor institusi yang canggih terjebak dalam semangat spekulatif. Bitcoin hampir menyentuh $20,000 sebelum jatuh lebih dari 80%, dan banyak yang membeli dekat puncaknya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih.
Kasus Son menggambarkan bahwa pengakuan kesalahan, bahkan di antara yang terkaya, adalah bagian dari permainan. Perbedaannya adalah bahwa ia mampu membayar pelajaran itu seharga 130 juta dolar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Investasi gagal Masayoshi Son di Bitcoin: pelajaran dari seorang miliarder
Bahkan investor paling sukses di dunia pun bisa salah. Masayoshi Son, pendiri SoftBank dan salah satu raja teknologi paling berpengaruh, mengalami kenyataan ini secara langsung ketika kehilangan lebih dari 130 juta dolar dalam Bitcoin.
Apa yang terjadi?
Setelah mengakuisisi Fortress Investment pada tahun 2017, sebuah firma manajemen aset yang kepemilikan kriptonya sekitar 150 juta dolar, Son didorong oleh Peter Briger, co-chairman Fortress dan pendukung vokal Bitcoin, untuk masuk ke pasar. Waktu yang dipilih sangat buruk: ia membeli pada puncak spekulatif akhir tahun 2017 dan menutup posisinya di awal tahun 2018, tepat ketika pasar runtuh.
Pelajaran di balik kegagalan
Yang menarik bukan hanya angka yang hilang ( untuk seorang pria seperti Son adalah perubahan saku ), tetapi refleksinya setelah itu. Dia secara publik mengakui bahwa setelah melihat harga Bitcoin naik tanpa logika yang jelas, dia menyadari bahwa dia tidak ingin menjadi seseorang yang terobsesi dengan angka yang berfluktuasi setiap hari.
Kesimpulan Anda: ada hal-hal yang lebih berharga dalam hidup yang layak mendapatkan perhatian. Meskipun terdengar seperti filosofi miliarder, ini menyentuh poin valid tentang perbedaan antara investasi yang terinformasi dan spekulasi murni.
Konteks pasar
Kisah ini mencerminkan siklus 2017-2018: bahkan investor institusi yang canggih terjebak dalam semangat spekulatif. Bitcoin hampir menyentuh $20,000 sebelum jatuh lebih dari 80%, dan banyak yang membeli dekat puncaknya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih.
Kasus Son menggambarkan bahwa pengakuan kesalahan, bahkan di antara yang terkaya, adalah bagian dari permainan. Perbedaannya adalah bahwa ia mampu membayar pelajaran itu seharga 130 juta dolar.