Minyak mentah baru saja menyelesaikan bulan keempat berturut-turut dalam kondisi negatif—kontrak berjangka WTI kembali diperdagangkan setelah jeda, dan cerita tetap sama: kelebihan pasokan terus menarik harga turun. Pasar jelas memperhitungkan skenario kelebihan pasokan, dengan produksi melebihi permintaan di seluruh wilayah utama. Bagi mereka yang melacak selera risiko makro, kelemahan yang terus-menerus dalam energi ini bisa menandakan tekanan deflasi yang lebih luas ke depan. Layak untuk diperhatikan bagaimana ini berdampak pada aset-aset yang berisiko.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
notSatoshi1971
· 4jam yang lalu
Empat bulan berturut-turut turun, ritme ini agak ekstrem... Kelebihan kapasitas benar-benar masalah lama.
Lihat AsliBalas0
UncleLiquidation
· 11-28 21:32
Harga minyak mentah turun selama empat bulan berturut-turut, ini pasti sangat tahan banting.
Lihat AsliBalas0
VirtualRichDream
· 11-28 21:30
Harga minyak turun lagi, gelombang ini benar-benar agak sulit untuk ditahan.
Lihat AsliBalas0
HappyMinerUncle
· 11-28 21:30
Harga minyak turun selama empat bulan berturut-turut, rasanya memang tidak enak.
Lihat AsliBalas0
just_vibin_onchain
· 11-28 21:29
Harga minyak turun lagi seperti ini, apakah empat kali berturut-turut ini serius?
Lihat AsliBalas0
GasGuzzler
· 11-28 21:06
Harga minyak turun seperti ini, apakah sudah saatnya untuk buy the dip?
Minyak mentah baru saja menyelesaikan bulan keempat berturut-turut dalam kondisi negatif—kontrak berjangka WTI kembali diperdagangkan setelah jeda, dan cerita tetap sama: kelebihan pasokan terus menarik harga turun. Pasar jelas memperhitungkan skenario kelebihan pasokan, dengan produksi melebihi permintaan di seluruh wilayah utama. Bagi mereka yang melacak selera risiko makro, kelemahan yang terus-menerus dalam energi ini bisa menandakan tekanan deflasi yang lebih luas ke depan. Layak untuk diperhatikan bagaimana ini berdampak pada aset-aset yang berisiko.