Menarik untuk melihat bagaimana infrastruktur terdesentralisasi merespons krisis. Beberapa penyedia jaringan satelit telah menetapkan protokol untuk mengaktifkan layanan gratis selama bencana alam secara global. Prinsipnya sederhana: mengambil keuntungan dari penderitaan orang selama keadaan darurat melanggar batas etika. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana infrastruktur konektivitas dapat melayani lebih dari sekadar kepentingan komersial, terutama ketika komunitas sangat membutuhkannya. Ini adalah pengingat bahwa jaringan komunikasi yang tangguh dan dapat diakses sangat penting selama momen kritis—bukan hanya untuk pengembalian finansial tetapi untuk dampak dunia nyata ketika sistem tradisional gagal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ForeverBuyingDips
· 15jam yang lalu
Ini baru tampak seperti web3 yang seharusnya, desentralisasi yang sebenarnya bukanlah play people for suckers.
Lihat AsliBalas0
LuckyHashValue
· 15jam yang lalu
Koneksi terbuka gratis di saat krisis? Inilah yang sebenarnya menjadi tanggung jawab infrastruktur!
Lihat AsliBalas0
FUD_Vaccinated
· 15jam yang lalu
ngl protokol bencana ini terdengar bagus tetapi saya merasa ini masih pemasaran... apakah benar-benar akan dibuka tanpa syarat?
Lihat AsliBalas0
degenonymous
· 15jam yang lalu
sejujurnya ini adalah hal yang seharusnya dilakukan oleh web3, namun di dunia nyata hanya sedikit yang benar-benar bisa melakukannya
Menarik untuk melihat bagaimana infrastruktur terdesentralisasi merespons krisis. Beberapa penyedia jaringan satelit telah menetapkan protokol untuk mengaktifkan layanan gratis selama bencana alam secara global. Prinsipnya sederhana: mengambil keuntungan dari penderitaan orang selama keadaan darurat melanggar batas etika. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana infrastruktur konektivitas dapat melayani lebih dari sekadar kepentingan komersial, terutama ketika komunitas sangat membutuhkannya. Ini adalah pengingat bahwa jaringan komunikasi yang tangguh dan dapat diakses sangat penting selama momen kritis—bukan hanya untuk pengembalian finansial tetapi untuk dampak dunia nyata ketika sistem tradisional gagal.