Pembunuh paling tersembunyi dalam perdagangan bukanlah celah teknis, tetapi jerat psikologis.
Sebagian besar trader menyalahkan kerugian pada kurangnya keterampilan teknis, tetapi kenyataannya adalah: kesalahan seperti mengejar harga tinggi, perdagangan berlebihan, dan membuka posisi secara paksa, pada dasarnya berasal dari keserakahan, ketakutan, kemarahan, dan kepercayaan diri yang berlebihan.
Serakah ≠ Ambisi
Ambisi adalah keinginan untuk menang, mendorongmu untuk terus maju. Ketamakan adalah ambisi yang tidak terkontrol—ketika keinginanmu mulai mempengaruhi keputusan, itulah saatnya kamu tergelincir dari ambisi menuju ketamakan.
Penyamaran paling umum dari keserakahan:
Terlalu Percaya Diri: Merasa mampu melakukan segalanya, secara sembrono meningkatkan leverage dan memperbesar posisi
Ketidakpercayaan yang berubah menjadi keserakahan: Berapa pun yang dihasilkan selalu dirasa tidak cukup, karena Anda sama sekali tidak percaya bahwa Anda bisa menghasilkan uang.
FOMO Panik: Melihat orang lain menghasilkan uang, takut ketinggalan, masuk dengan harga tinggi
Psikologi Balas Dendam: Marah setelah mengalami kerugian, mencoba untuk menggandakan posisi agar bisa cepat kembali.
Tanda Umum Ketamakan:
Hanya memperhatikan saldo akun, tidak melihat pergerakan harga
Tidak ada titik keuntungan yang jelas, bermimpi “naik sedikit lagi”
Setelah mendapatkan keuntungan langsung beli lagi, tidak pernah merasa puas
Membuka terlalu banyak posisi sekaligus, dengan leverage tinggi
Membuang manajemen risiko dari pikiran
Yang paling ironis adalah: Semakin ingin cepat mendapatkan uang, semakin mudah kehilangan uang. Pasar akan menghukum mereka yang berusaha memeras setiap sen.
Masalah kunci adalah: kapan ambisi Anda berubah menjadi keserakahan? Itu biasanya adalah saat Anda kehilangan kendali.
Solusinya bukan menekan keinginan (seperti mengencangkan tali kuda), tetapi memperbaiki masalah mendasar yang membuat ambisi menjadi serakah—kekurangan rasa percaya diri, bias psikologis, keyakinan yang salah.
Ketika Anda menyelesaikan ini, Anda akan dapat berlari bebas, karena Anda tahu bahwa Anda akan secara otomatis membuat keputusan yang tepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Keserakahan dan ambisi: bagaimana trader melewati garis itu?
Pembunuh paling tersembunyi dalam perdagangan bukanlah celah teknis, tetapi jerat psikologis.
Sebagian besar trader menyalahkan kerugian pada kurangnya keterampilan teknis, tetapi kenyataannya adalah: kesalahan seperti mengejar harga tinggi, perdagangan berlebihan, dan membuka posisi secara paksa, pada dasarnya berasal dari keserakahan, ketakutan, kemarahan, dan kepercayaan diri yang berlebihan.
Serakah ≠ Ambisi
Ambisi adalah keinginan untuk menang, mendorongmu untuk terus maju. Ketamakan adalah ambisi yang tidak terkontrol—ketika keinginanmu mulai mempengaruhi keputusan, itulah saatnya kamu tergelincir dari ambisi menuju ketamakan.
Penyamaran paling umum dari keserakahan:
Tanda Umum Ketamakan:
Yang paling ironis adalah: Semakin ingin cepat mendapatkan uang, semakin mudah kehilangan uang. Pasar akan menghukum mereka yang berusaha memeras setiap sen.
Masalah kunci adalah: kapan ambisi Anda berubah menjadi keserakahan? Itu biasanya adalah saat Anda kehilangan kendali.
Solusinya bukan menekan keinginan (seperti mengencangkan tali kuda), tetapi memperbaiki masalah mendasar yang membuat ambisi menjadi serakah—kekurangan rasa percaya diri, bias psikologis, keyakinan yang salah.
Ketika Anda menyelesaikan ini, Anda akan dapat berlari bebas, karena Anda tahu bahwa Anda akan secara otomatis membuat keputusan yang tepat.