CEO Tether Paolo Arduino baru-baru ini mengungkapkan rencana baru: memasang stasiun pengisian daya tenaga surya di Afrika, pengguna membayar biaya pengisian per bulan, mendukung pembayaran dalam BTC, USDT, atau mata uang lokal.
Sederhananya, Tether tidak hanya ingin menguasai pasar stablecoin, sekarang juga ingin bermain dengan kombinasi perangkat keras + energi + keuangan. Langkah ini cukup menarik—menggunakan crypto untuk membayar kebutuhan sehari-hari, langsung menjadikan cryptocurrency sebagai alat kehidupan.
Kekurangan listrik di Afrika adalah masalah nyata, apakah langkah Tether ini dapat menyelesaikan masalah tersebut? Atau apakah ini hanya sekedar gimmick pendanaan? Bagaimanapun juga, dunia koin sekarang berani mencoba segalanya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tether akan masuk ke Afrika untuk menjual baterai?
CEO Tether Paolo Arduino baru-baru ini mengungkapkan rencana baru: memasang stasiun pengisian daya tenaga surya di Afrika, pengguna membayar biaya pengisian per bulan, mendukung pembayaran dalam BTC, USDT, atau mata uang lokal.
Sederhananya, Tether tidak hanya ingin menguasai pasar stablecoin, sekarang juga ingin bermain dengan kombinasi perangkat keras + energi + keuangan. Langkah ini cukup menarik—menggunakan crypto untuk membayar kebutuhan sehari-hari, langsung menjadikan cryptocurrency sebagai alat kehidupan.
Kekurangan listrik di Afrika adalah masalah nyata, apakah langkah Tether ini dapat menyelesaikan masalah tersebut? Atau apakah ini hanya sekedar gimmick pendanaan? Bagaimanapun juga, dunia koin sekarang berani mencoba segalanya.