Seorang pemuda Amerika yang keluar dari sekolah menengah mencapai kesuksesan yang tidak terduga setelah meninggalkan jalur pendidikan tradisional. Individu yang tekun ini menggunakan ChatGPT sebagai gurunya dan memperoleh pengetahuan kecerdasan buatan setingkat doktor.
Hasilnya? Dia mengetuk pintu OpenAI dan diterima bekerja. Cerita ini membuktikan bahwa kecerdasan buatan tidak hanya sekadar alat, tetapi juga bisa menjadi platform pendidikan yang kuat. Ijazah atau keterampilan? Pemuda ini menemukan jawabannya dengan caranya sendiri.
Dalam era kecerdasan buatan, batasan pembelajaran didefinisikan ulang. Mungkin pertanyaan utamanya adalah: Sumber daya mana yang dapat kita gunakan dengan sebaik-baiknya?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Seorang pemuda Amerika yang keluar dari sekolah menengah mencapai kesuksesan yang tidak terduga setelah meninggalkan jalur pendidikan tradisional. Individu yang tekun ini menggunakan ChatGPT sebagai gurunya dan memperoleh pengetahuan kecerdasan buatan setingkat doktor.
Hasilnya? Dia mengetuk pintu OpenAI dan diterima bekerja. Cerita ini membuktikan bahwa kecerdasan buatan tidak hanya sekadar alat, tetapi juga bisa menjadi platform pendidikan yang kuat. Ijazah atau keterampilan? Pemuda ini menemukan jawabannya dengan caranya sendiri.
Dalam era kecerdasan buatan, batasan pembelajaran didefinisikan ulang. Mungkin pertanyaan utamanya adalah: Sumber daya mana yang dapat kita gunakan dengan sebaik-baiknya?