Sebuah penyelidikan baru dari The New York Times telah memicu kembali perdebatan tentang salah satu misteri terbesar dalam sektor kripto. Laporan The New York Times menyebut Adam Back sebagai sosok yang kemungkinan di balik Satoshi Nakamoto, yang menciptakan Bitcoin ($BTC). Berdasarkan data dari Altcoin Daily, Adam Back telah menanggapi klaim-klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa ia bukanlah Satoshi. Jadi, klaim-klaim itu masih bersifat dugaan sementara misterinya terus menarik perhatian komunitas Bitcoin yang lebih luas.
Adam Back tentang apakah atau tidak dirinya adalah Satoshi Nakamoto: “Saya suka menganggapnya sebagai sebuah penemuan.” pic.twitter.com/lmdAZTU2uc
— Altcoin Daily (@AltcoinDaily) 8 April 2026
Klaim Riset The New York Times Mengaitkan Proof-of-Work dan Hashcash dengan Asal-Usul Bitcoin Adam Back
Laporan The New York Times mempertimbangkan penelitian rinci selama setahun, menyelami catatan-catatan historis yang terkait dengan Adam Back. Penelitian ini mencakup analisis data historis, inovasi kriptografi, dan pola linguistik, yang menyoroti kemiripan antara Satoshi Nakamoto dan Adam Back. Akibatnya, studi tersebut menyarankan adanya hubungan kuat antara asal-usul cryptocurrency unggulan, Bitcoin, dan Adam Back.
Poin kunci dalam hal ini mencakup kontribusi awal Adam Back pada kriptografi, yang selaras dengan prinsip-prinsip dasar yang kemudian digunakan Bitcoin. Selain itu, Adam Back menciptakan Hashcash, sebuah mekanisme proof-of-work yang signifikan untuk melawan spam. Saat ini, dikatakan bahwa itu merupakan awal dari sistem penambangan yang menggerakkan $BTC today.
Perdebatan tentang Satoshi Nakamoto Menyoroti Pro dan Risiko dari Anonimitas
Adam secara aktif terlibat dalam milis Cyberpunk pada tahun 1990-an, ketika ia membahas teknologi privasi yang terdesentralisasi dan mekanisme keuangan. Diskusi-diskusi tersebut memuat cita-cita yang sebanding dengan apa yang kemudian diformalkan oleh pencipta Bitcoin di whitepaper-nya.
Pada saat yang sama, investigasi ini juga mengungkap perancangan arsitektur berbasis node oleh Adam Back untuk menjalankan ekosistem terdesentralisasi bertahun-tahun sebelum peluncuran Bitcoin. Dengan demikian, Adam Back mungkin saja sempat mundur lalu muncul kembali di sorotan sebagai Satoshi.
Menurut Altcoin Daily, laporan The New York Times hanyalah sebuah spekulasi tanpa menawarkan bukti yang solid dan dapat dibuktikan mengenai Adam Back yang merupakan Satoshi Nakamoto. Oleh karena itu, sebagian orang berpikir bahwa anonimitas sang pencipta menguntungkan Bitcoin, memperkuat sifatnya yang netral dan terdesentralisasi. Namun, pada saat yang sama, hal itu juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan lainnya karena sejumlah besar $BTC coin yang belum dimanfaatkan masih milik sang pencipta.