Berdasarkan pemantauan 1M AI News, NVIDIA mengumumkan akuisisi perusahaan SchedMD pada Desember 2025. Perusahaan tersebut merupakan pengembang utama perangkat lunak penjadwalan open-source Slurm, yang secara luas digunakan untuk penjadwalan tugas komputasi di superkomputer dan pusat data AI; menurut kabar, sekitar 60% superkomputer di seluruh dunia menggunakannya, termasuk klaster pelatihan AI dari perusahaan seperti Anthropic, Meta, dan Mistral, serta superkomputer yang digunakan oleh berbagai pemerintah untuk prakiraan cuaca dan pengembangan senjata nuklir. Slurm khususnya unggul dalam mengelola chip NVIDIA, namun juga memiliki banyak penggunaan pada perangkat keras non-NVIDIA.
Akuisisi ini baru-baru ini mulai memunculkan kekhawatiran dari para pakar AI dan pengguna superkomputer. Mereka khawatir NVIDIA mungkin akan, melalui pembaruan perangkat lunak, secara subtil mengarahkan preferensi ke chip miliknya sendiri (seperti CUDA dan InfiniBand), sehingga kinerja perangkat keras pesaing seperti AMD dan Intel dapat terpengaruh. Sebagian pihak mengutip kasus akuisisi Bright Computing sebelumnya oleh NVIDIA, dengan anggapan bahwa integrasi serupa dapat menyebabkan adanya penalti kinerja pada chip-chip lain. CEO Intersect360 Research Addison Snell menyatakan, kekhawatian tersebut muncul karena NVIDIA mungkin mengubah alat open-source serbaguna ini menjadi produk yang “lebih cocok atau eksklusif untuk perangkat keras miliknya”, sehingga memengaruhi persaingan yang adil.
NVIDIA merespons bahwa Slurm tetap merupakan perangkat lunak open-source. Perusahaan akan terus memberikan peningkatan dan dukungan untuk semua pengguna, menekankan komitmennya pada pengembangan yang “open-source dan netral terhadap vendor”, serta menyatakan bahwa pelanggan akan secara umum diuntungkan. Perusahaan berencana untuk mempertahankan pelatihan dan dukungan teknis bagi ratusan pelanggan SchedMD, sekaligus membantah bahwa akuisisi- akuisisi di masa lalu merugikan kompatibilitas lintas perangkat keras. Peristiwa ini dipandang sebagai pengujian penting untuk menilai apakah Nvidia di bidang AI dan komputasi kinerja tinggi benar-benar tetap bersikap terbuka.