Gubernur Federal Reserve AS Michael Barr mengatakan pada hari Selasa bahwa aturan stablecoin AS yang lebih jelas dapat mempercepat pertumbuhan pasar, tetapi memperingatkan bahwa regulator masih perlu menangani risiko pencucian uang, risiko bank run, dan perlindungan konsumen saat mereka menerapkan Undang-Undang Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins (GENIUS).
Berbicara pada acara Federalist Society tentang regulasi stablecoin, Barr mengatakan undang-undang tersebut memberikan “kejelasan yang dibutuhkan” bagi penerbit, tetapi bahwa “banyak hal akan bergantung pada bagaimana regulator federal dan negara bagian menerapkan undang-undang itu.”
Barr mengatakan stablecoin masih digunakan terutama untuk perdagangan kripto dan sebagai penyimpan nilai dalam dolar AS di beberapa pasar asing, meskipun juga dapat menurunkan biaya remitansi, mempercepat pemrosesan pembiayaan perdagangan, dan membantu perusahaan mengelola operasi treasury mereka. Ia juga menyoroti risiko pihak beritikad buruk membeli stablecoin di pasar sekunder tanpa pemeriksaan identitas, serta mengatakan penerbit mungkin tergoda untuk mengejar imbal hasil pada aset cadangan dengan cara yang menggerogoti kepercayaan saat kondisi tertekan.
Pernyataan Barr muncul saat lembaga-lembaga AS bergerak dari legislasi ke penulisan aturan. Departemen Keuangan AS membuka putaran kedua komentar publik untuk penerapan Undang-Undang GENIUS pada September 2025, dengan mengatakan bahwa undang-undang tersebut harus diterjemahkan menjadi aturan yang mendorong inovasi sekaligus mengatasi pembiayaan ilegal, perlindungan konsumen, dan risiko stabilitas keuangan.
_Komentar Singkat tentang Stablecoin. Sumber: _Federal Reserve
Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman mengatakan kepada para legislator pada Februari bahwa regulator perbankan sudah bekerja pada aturan modal dan likuiditas untuk penerbit stablecoin, dan Ketua Komite Federal untuk Asuransi Simpanan Travis Hill mengatakan pada Maret bahwa lembaga tersebut tidak mengharapkan stablecoin menerima asuransi simpanan di bawah undang-undang tersebut.
**Terkait: **__Siapa yang mendapat imbal hasil? CLARITY Act jadi ajang pertarungan soal dolar onchain
Pidato Barr menandakan ke mana kemungkinan perselisihan implementasi akan mengarah. Ia menyoroti aturan aset cadangan, arbitrase regulasi, cakupan aktivitas penerbit di luar penerbitan, persyaratan modal dan likuiditas, pemeriksaan Anti-Pencucian Uang (AML), serta standar perlindungan konsumen sebagai isu-isu utama yang masih harus dipastikan.
Undang-Undang GENIUS, yang ditandatangani menjadi undang-undang pada 18 Juli 2025, menciptakan kerangka kerja federal untuk stablecoin pembayaran di Amerika Serikat. Undang-undang ini mewajibkan penerbit mempertahankan dukungan satu banding satu dengan aset cadangan seperti dolar AS dan surat utang Treasury, dan diperkirakan mulai berlaku 18 bulan setelah penandatanganan atau 120 hari setelah aturan akhir lembaga selesai.
Pidato Barr juga menempatkan perdebatan stablecoin dalam istilah historis. Ia mengatakan uang privat memiliki “sejarah yang panjang dan menyakitkan” ketika perlindungan lemah, dengan menunjuk pada Era Perbankan Bebas di AS, Kepanikan 1907, tekanan pada dana pasar uang selama krisis keuangan global dan guncangan COVID-19, serta tekanan penilaian stablecoin yang lebih baru sebagai alasan untuk berhati-hati terhadap aset apa pun yang dipasarkan sebagai dapat ditebus pada nilai nominal (par) atas permintaan. Hal ini mengingat sejarah panjang dan menyakitkan dari era tersebut, termasuk Era Perbankan Bebas di AS, Kepanikan 1907, stres dana pasar uang selama krisis keuangan global dan pandemi COVID-19, serta tekanan penilaian stablecoin yang lebih baru, yang menunjukkan perlunya kehati-hatian terhadap aset yang dipasarkan sebagai dapat ditebus secara par atas permintaan.
**Majalah: **__Bagaimana hukum kripto berubah pada 2025 — dan bagaimana hukum itu akan berubah pada 2026
Cointelegraph berkomitmen pada jurnalisme independen dan transparan. Artikel berita ini diproduksi sesuai dengan Kebijakan Editorial Cointelegraph dan bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi informasi secara independen. Baca Kebijakan Editorial kami https://cointelegraph.com/editorial-policy