Bitcoin telah mengalami tren naik yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, berhasil menembus angka 90,000 USD dan melakukan beberapa upaya untuk mencapai harga yang lebih tinggi sepanjang hari. Saat harga rebound, optimisme pasar dengan cepat meningkat, dan diskusi tentang "kembalinya bull run" telah meningkat secara nyata di platform media sosial.
Namun, apakah Rebound ini merupakan pembalikan tren yang nyata atau hanya "lonjakan teknis setelah penurunan yang dalam"? Ini adalah pertanyaan inti yang paling dikhawatirkan oleh sebagian besar investor.
Baru-baru ini, Bitcoin telah menunjukkan struktur Rebound berbentuk V yang khas:
Setelah berulang kali bertahan di 90.000, tren jangka pendek telah jelas membaik, dan kepercayaan pasar telah menguat.
Tiga faktor berikut umumnya dianggap sebagai pendorong utama pemulihan harga:
Dana besar jarang mengikuti kepanikan ritel selama penurunan; sebaliknya, mereka cenderung membeli saat harga turun, mendorong harga dasar naik.
Beberapa indikator teknis secara bersamaan mencapai titik terendah dan berbalik arah, termasuk:
Analisis teknis mendukung alasan dari rebound ini.
Siklus emosional Bitcoin biasanya memiliki pola yang jelas: panik → tunggu dan lihat → rebound → FOMO (ketakutan akan ketinggalan)
Pasar jelas berada di tahap "Rebound".
Untuk menentukan apakah bull run sedang kembali, beberapa kondisi yang diperlukan harus dipenuhi.
Saat ini, Bitcoin berada dalam keadaan antara keduanya dan membutuhkan lebih banyak sinyal konfirmasi.
Jika fenomena berikut terjadi, itu menunjukkan bahwa tren bullish mungkin akan berlanjut:
Jika terwujud, pasar akan memasuki putaran baru dari bull market.
Jika rebound terutama bergantung pada short squeeze atau berita jangka pendek, maka:
mungkin kembali ke osilasi rentang.
Bagi investor jangka panjang, ini masih merupakan struktur naik yang sehat; bagi trader jangka pendek, meningkatnya volatilitas berarti perlu lebih berhati-hati.
Bagikan
Konten